- Gunakan papan tulis mini
- Ajak anak membawa “tas sekolah”
- Praktik mengucapkan salam ke guru, membaca buku, dan menjawab pertanyaan sederhana
Aktivitas ini selain menyenangkan, juga melatih kesiapan sosial dan kognitif anak.
- Kenalkan Lingkungan Sekolah Sebelum Hari Pertama
Kalau sudah tahu sekolah yang dituju, ajak anak jalan-jalan ke lingkungan sekolah beberapa kali sebelum hari pertama. Biarkan anak:
- Melihat ruang kelas dari luar
- Bermain di halaman sekolah
- Bertemu satpam atau staf sekolah
Ini akan membantu anak merasa lebih familiar dan mengurangi rasa asing ketika hari H tiba.
Baca Juga: Tips Cerdas Menyesuaikan Biaya Daycare dengan Budget Keluarga
- Bangun Rutinitas Sejak Jauh Hari
Biasakan anak bangun pagi, sarapan, mandi, dan bersiap seolah-olah mau ke sekolah. Hal ini membantu anak beradaptasi dengan ritme baru, mengurangi stres karena perubahan mendadak.
Mulai rutinitas ini sekitar 2 minggu sebelum masuk SD, ya. Pastikan waktu tidur malamnya cukup (sekitar 9–11 jam untuk anak usia 6–7 tahun).
- Ajak Anak Berdiskusi tentang Perasaannya
Alih-alih memaksa anak “jangan takut, biasa aja”, beri ruang buat anak mengekspresikan rasa takut atau cemasnya. Coba tanya dengan kalimat terbuka:
“Kamu merasa bagaimana soal masuk SD nanti?”
“Apa yang paling kamu pikirkan tentang sekolah?”
Setelah itu, validasi perasaannya dan beri respons yang tenang.
“Wajar kok kalau kamu deg-degan. Mama juga dulu gitu. Tapi nanti kamu akan terbiasa dan pasti bisa.”
- Libatkan Anak dalam Persiapan Masuk Sekolah
Biar anak merasa berdaya, libatkan dia saat membeli perlengkapan sekolah. Biarkan dia memilih:
- Tas
- Botol minum
- Kotak makan
- Alat tulis
Dengan begitu, anak akan merasa lebih antusias dan siap untuk memakai barang-barang barunya ke sekolah.