Penyakit TBC pada Anak, Pahami Gejala dan Pengobatannya

Photo Author
Hilman Hilmansyah, Smart Parent
- Senin, 5 Agustus 2024 | 08:48 WIB
Penyakit TBC pada anak harus diwaspadai (Cottonbro Studio/Pexels)
Penyakit TBC pada anak harus diwaspadai (Cottonbro Studio/Pexels)

 

SMARTPARENT.ID - Dalam memperingati Hari Tuberkulosis dan Hari Anak Nasional 2024, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Indonesia Muda Untuk Tuberkulosis dan Otsuka Group mengadakan kampanye TBC yang menargetkan anak-anak dan pemuda. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang TBC melalui penyebaran informasi dan deteksi dini kasus. Upaya ini sejalan dengan target eliminasi TBC di Indonesia pada tahun 2030 dengan memperkuat kapasitas dan peran berbagai pihak dalam program pencegahan dan pengendalian TBC pada anak.

TBC masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Menurut WHO Global Tuberculosis Report 2023, terdapat 10,6 juta orang di dunia yang terkena TBC dan 1,3 juta orang meninggal karena TBC. Indonesia termasuk delapan negara yang menyumbang dua pertiga kasus TBC di dunia. Indonesia menempati posisi kedua setelah India dengan 1.060.000 kasus baru dan 134.000 kematian setiap tahunnya, setara dengan 15 kematian per jam.

Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) pada tahun 2023, sebanyak 821.200 kasus TBC (77% dari target) telah terlaporkan dan angka kasus TBC yang diobati mencapai 86% (target 90%).

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. Yudhi Pramono, MARS, mengatakan anak-anak lebih rentan terhadap TBC karena tubuh mereka yang masih dalam perkembangan. Beberapa kelompok anak yang berisiko tinggi terinfeksi bakteri TBC adalah:

Baca Juga: Indonesia Sudah Tidak Ada Wabah Polio?

  1. Anak di bawah usia 5 tahun, yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum matang sehingga bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB) mudah teraktivasi;
  2. Anak dengan HIV, di mana bakteri TBC mudah teraktivasi ketika sistem kekebalan tubuh melemah akibat infeksi HIV;
  3. Anak dengan gizi buruk, yang menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi, termasuk TBC;
  4. Anak yang kontak erat dengan pasien TBC, terutama jika kontak adalah ibu atau pengasuh anak tersebut.

"Peringatan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli merupakan momentum untuk menyebarkan informasi dan layanan TBC kepada lebih banyak anak, serta meningkatkan upaya pencegahan dan pengobatan TBC di masyarakat," ujar dr. Yudhi di Bandung, Jumat (2/8).

Peluncuran Portable X-Ray Dalam salah satu sesi Hari Anak Nasional 2024, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meluncurkan penggunaan alat Portable X-Ray untuk skrining TBC, guna mencapai target penemuan kasus dan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Indonesia sudah memiliki 25 unit Portable X-Ray yang akan didistribusikan ke 15 kabupaten/kota di 9 provinsi prioritas percepatan eliminasi TBC 2030. Alat ini didistribusikan ke wilayah dengan kasus TBC tinggi seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Maluku. Setelah peluncuran di Bandung, wilayah lain yang mendapatkan Portable X-Ray diharapkan dapat melakukan Active Case Finding mulai Agustus 2024.

Skrining TBC sangat penting untuk mendeteksi dini dan mengelola kasus TBC serta infeksi laten TBC secara efektif. Dalam acara ini, skrining TBC diintegrasikan dengan skrining kanker paru menggunakan alat Portable X-Ray. Metode skrining yang digunakan adalah metode paralel, yaitu skrining gejala TBC dilanjutkan dengan pemeriksaan radiografi toraks. Skrining gejala TBC dilakukan melalui wawancara dengan formulir skrining gejala TBC oleh petugas kesehatan puskesmas, dan pemeriksaan radiografi toraks dilakukan oleh radiografer menggunakan Portable X-Ray.

Baca Juga: BPJPH Mencabut Sertifikat Halal Roti Okko, Begini Alasannya

Kampanye TBC ini merupakan inisiatif penting untuk menggalang dukungan berbagai pihak dalam upaya eliminasi TBC di Indonesia. Berbagai pemangku kepentingan akan menyatakan komitmen mereka untuk mendukung program-program pemerintah dalam mengeliminasi TBC.

Kampanye TBC berlangsung di Gedung Sate, Kota Bandung selama tiga hari, mulai Jumat (2/8) hingga Minggu (4/8). Salah satu kegiatan utama kampanye ini adalah pameran dan talkshow edukasi TBC untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai TBC. Setiap harinya ada satu talkshow dengan tema yang berbeda-beda, dengan fokus utama pada pentingnya deteksi dini, pencegahan, serta peran keluarga dan komunitas dalam upaya penanggulangan penyakit TBC.

Selain talkshow, kampanye ini juga mencakup pameran dan permainan edukatif tentang TBC. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang TBC melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Dengan memanfaatkan permainan, acara ini bertujuan menarik partisipasi aktif dari berbagai kalangan masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, serta memberikan informasi yang mudah dipahami dan diingat.***

 

Editor: Hilman Hilmansyah

Sumber: kemkes.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X