SMARTPARENT.ID – Penyakit hepatitis A perlu diwaspadai. Seperti apa pengobatan hepatitis A, yuk simak uraiannya.
Siapa yang berisiko?
Siapa pun yang belum divaksinasi atau pernah terinfeksi sebelumnya dapat tertular virus hepatitis A. Di daerah dimana virus ini tersebar luas (endemisitas tinggi), sebagian besar infeksi hepatitis A terjadi pada anak usia dini.
Faktor risiko meliputi:
- Sanitasi yang buruk
- Kurangnya air bersih
- Tinggal serumah dengan orang yang terinfeksi
- Penggunaan narkoba
- Seks antar laki-laki
- Bepergian ke daerah dengan endemisitas tinggi tanpa mendapatkan imunisasi.
Diagnosa
Kasus hepatitis A secara klinis tidak dapat dibedakan dengan jenis hepatitis virus akut lainnya. Diagnosis spesifik dibuat dengan mendeteksi antibodi imunoglobulin G (IgM) spesifik HAV dalam darah.
Tes tambahan termasuk reaksi berantai transkriptase polimerase terbalik (RT-PCR) untuk mendeteksi RNA virus hepatitis A dan mungkin memerlukan fasilitas laboratorium khusus.
Pengobatan
Tidak ada pengobatan khusus untuk hepatitis A. Pemulihan dari gejala setelah infeksi mungkin lambat dan memerlukan waktu beberapa minggu atau bulan. Penting untuk menghindari obat-obatan yang tidak diperlukan yang dapat berdampak buruk pada hati, misalnya asetaminofen, parasetamol.
Rawat inap tidak diperlukan jika tidak ada gagal hati akut. Terapi ditujukan untuk menjaga kenyamanan dan keseimbangan nutrisi yang cukup, termasuk penggantian cairan yang hilang akibat muntah dan diare.
Pencegahan
Peningkatan sanitasi, keamanan pangan dan imunisasi adalah cara paling efektif untuk memerangi hepatitis A.
Penyebaran hepatitis A dapat dikurangi dengan: