DI USIA 5 TAHUN MASIH NGOMPOL? INI 3 PENYEBAB DAN CARA MENGATASINYA

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Minggu, 21 April 2024 | 19:00 WIB
Mengompol di usia 5 tahun perlu segera diatasi (DmitriiSimakov)
Mengompol di usia 5 tahun perlu segera diatasi (DmitriiSimakov)

Smartparent.id Di usia 3-5 tahun sebaiknya anak sudah tidak mengompol. Tetapi dari hasil penelitian, sekitar 50% anak usia ini masih mengompol.

Apa sih penyebanya? Ini tiga hal yang umumnya menjadi penyebab anak masih mengompol beserta solusinya.

1. Psikologis Tidak Stabil

Aktivitas kandung kemih dikontrol di otak. Jika emosionalnya terganggu maka pengontrolannya menjadi lemah. Dari penelitian sekitar 75 persen kasus mengompol disebabkan faktor emosional, seperti cemas, khawatir, marah. Cirinya, anak menjadi over acting, agresif, tiba-tiba murung, cengeng, atau pendiam.

Mungkin sebelum tidur anak dimarahi orangtua, takut tidur sendirian,yang membuatnya cemas, atau cemas memikirkan besok harus sekolah dan akan ketemu teman yang usil, atau marah karena mainan dirusak kakaknya, dan banyak lagi. Cara mengatasinya, stabilkan emosi anak, buat ia tenang, tidak cemas, stres. Misalnya, hindari marah ketika anak mau tidur, kuatkan hatinya untuk tidak takut tidur sendirian, jadilah orangtua yang bijaksana dengan tidak menunjukkan perilaku negatif di depan anak, dan sebagainya.   

2, Belum Diajari Toilet Training

Toilet training yang dilakukan dengan baik akan membuat anak dapat berativitas toilet dengan baik atau tidak. Biasanya, anak yang tidak diajari toilet training, cenderung akan mengompol karena dia belum terbiasa melakukan aktivitas toilet sebagaimana mestinya. Misalnya, terjadi pada anak yang hingga usia 3-4 tahun dibiarkan memakai pospak, tidak memperkenalkan fungsi toilet, dibiarkan BAK.BAB dimana saja, dan lainnya.

Melatih toilet training bisa menjadi solusi untuk mencegah atau mengatasi anak ngompol. Sejak usia 2-3 tahun, membiasakan anak BAB/BAK di toilet, boleh menggunakan alat bantu seperti kursi untuk BAB, meminta anak memberitahu jika ia ingin BAB/BAK, ingatkan selalu anak untuk tidak BAB/BAK sembarangan, apresiasi ketika ia memberi tahu akan BAB/BAK, sebaliknya jika ia BAK/BAB bukan pada tempatnya beri teguran sebagai punishment, dan sebagainya.

3. Gangguan Otot Kandung Kemih

Emosi stabil, toilet training sudah diajarkan tetapi hingga usia 5-6 tahun anak masih juga ngompol. Mungkin ada masalah dengan pengontrolan kandung kemihnya. Mungkin otot-otot pengontrolan kandung kemih lemah, terjadi kelainanatau infeksi, kapasitas kandung kemihnya kecil sehingga sebentar-sebentar BAK, atau terjadi ketidakseimbangan antara otot detrusor di kandung kemih dengan ototsfingter di leher kandung kemih. 

Jika di usia 5 tahun anak tetap ngompol sementara tak ada masalah psikis dan sudah dilakukan toilet training kita perlu curiga mungkin ada masalah kesehatan atau kelainan di kandung kemihnya. Segeralah periksakan anak ke dokter. Jika karena infeksi maka infeksinya harus disebuhkan, jika ada kelainan maka dokter akan melakukan koreksi terhadap kelainan tersebut. Intinya tergantung dari kondisi yang ada.

Di rumah, peran orangtua pun diperlukan untuk mengatasi kasus gangguan kesehatan ini. Misalnya, bila karena otot kandung kemih lemah ajak anak untuk sering berlatih menahan kencing. Latih untuk lebih kuat menahan kencing, ajari kapan waktu kencing dan kapan tidak, juga di mana dia boleh kencing dan tidak. Sedangkan pada anak yang memiliki kandung kemih kecil kita perlu rajin dan sabar mengajak anak untuk sering ke kamar mandi. Pasalnya, kita harus menunggu sampai kandung kemih itu membesar sendiri nantinya dengan perjalanan waktu.

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X