Jika Tak Ditangani, Alergi Dapat Menghambat Prestasi dan Tumbuh Kembang Anak

Photo Author
Administrator, Smart Parent
- Sabtu, 15 Juli 2023 | 02:37 WIB

SmartParent.id - Alergi umum dialami oleh hampir semua penduduk di dunia.  Menurut World Allergy Organization (WAO) penduduk dunia yang mengalami alergi sebanyak 30-40%. Artinya hampir sepertiga lebih penduduk dunia mengalami alergi. Dari banyak alergi, alergi makanan muncul sebagai penyebab nomor satu. Berdasarkan data yang lainnya, 1 hingga 550 juta orang di dunia menderita alergi makanan. Di antara makanan yang ada, sekitar  0,5 - 7,5% anak mengalami alergi susu sapi di Indonesia. Demikian diungkapkan Prof. Dr. dr. Budi Setiabudiawan, Sp.A (K) dalam sesi diskusi khusus bertema “Alergi Bukan Halangan Bagi Anak Wujudkan Potensi” yang diadakan Morinaga dalam rangka World Allergy Week.

Dokter Anak Konsultan Alergi Imunologi ini menuturkan, protein susu sapi merupakan makanan penyebab alergi yang terbesar kedua setelah telur pada anak-anak di Asia.  Data dari klinik anak di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta tahun 2012 menunjukkan bahwa 31% dari pasien anak alergi terhadap putih telur dan 23,8% alergi susu sapi. Lalu ada juga riset dari World Allergy Organization (WAO) yang mengungkapkan 1,9-4,9% anak-anak di dunia Alergi protein susu sapi (CMA).

Alergi memiliki dampak yang signifikan bagi Si Kecil, keluarga, bahkan dalam masyarakat. Salah satunya adalah dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti obesitas, hipertensi, sakit jantung.

Selain itu, alergi juga berdampak pada ekonomi keluarga karena turut meningkatkan biaya pengobatan juga meningkatkan biaya tidak langsung
(kehilangan pendapatan karena sering tidak masuk kerja), stress pada anak dan orang tua, juga menurunkan kualitas hidup Si Kecil.

Psikologi juga terganggu karena tumbuh kembang anak dengan alergi mengalami keterlambatan pertumbuhan, karena berhubungan dengan jenis dan durasi pantang makanan.

Pun potensi akademis dan pendidikannya juga dapat terhambat karena anak bisa jadi sering sakit hingga absen sekolah, kurang konsentrasi karena gangguan alergi, dan proses belajarnya terganggu karena gangguan alergi yang diidapnya.

TANGANI ALERGI SEJAK BAYI

Salah satu cara mencegah alergi sejak bayi adalah dengan memberinya ASI atau air susu ibu. Sebab, ASI sangat aman dan memiliki alergen makanan yang sangat sedikit.

Selain ASI, bayi juga direkomendasikan mendapatkan susu formula dari kacang kedelai atau susu soya. Penggunaan formula berbasis isolat protein soya dapat menjadi pilihan pada anak alergi susu sapi dengan gejala ringan-sedang

Hasil penelitian didapatkan bahwa formula soya tidak memiliki efek negatif baik pada pertumbuhan, sistem endokrin, reproduktif, imunologi maupun neurologis

Fakta lainnya, terjadi penurunan angka prevalensi alergi terhadap formula soya dan reaksi silang antar alergi terhadap formula soya dan ASS dari 10–14% menjadi 2,5 %. Formula berbahan dasar isolat protein soya dinyatakan aman untuk dikonsumsi bayi

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X