news-n-trend

Dari Desa Merambah Dunia, Bagaimana Singkong Cikarawang Mendukung Lingkungan dan Masa Depan Anak

Jumat, 24 Januari 2025 | 12:33 WIB
Mendukung produk dari petani lokal! Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono meninjau hasil produk dari petani lokal Desa Cikarawang, Kabupaten Bogor berupa mie mocaf hingga eg (dok Greenhope)

SMARTPARENT.ID - Singkong, bahan pangan sederhana yang dikenal murah, kini menjadi komoditas bernilai tinggi.

Berkat kolaborasi antara petani lokal di Desa Cikarawang, Greenhope, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, singkong berhasil diolah menjadi berbagai produk inovatif, termasuk bioplastik ramah lingkungan yang telah diekspor ke pasar global, termasuk Jepang.

Greenhope, bersama Kelompok Tani Setia, telah mengembangkan kapasitas petani lokal melalui pelatihan intensif, pendampingan berkelanjutan, dan dukungan fasilitas produksi.

Baca Juga: Islam Mengajarkan Anak untuk Saling Meminta Maaf dan Memaafkan

Para petani kini mampu mengolah singkong menjadi produk bernilai tinggi seperti tepung mocaf, mie instan mocaf, hingga produk bioplastik berbasis singkong yang menggunakan teknologi mutakhir seperti Ecoplas dan Naturloop.

Salah satu produk unggulan, sedotan bioplastik, kini telah menjadi solusi alternatif plastik konvensional di pasar global. Inovasi dan inisiatif ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam buku “Strategi Transformasi Bangsa: Menuju Indonesia Emas 2045”, yang dirilis pada 2023.

Dalam buku tersebut, pemanfaatan bioplastik menempati nomor 10 dari 17 program prioritas, yaitu yang terkait “Menjamin Pelestarian Lingkungan Hidup”, dengan penekanan, “Pemanfaatan bioplastik dalam kehidupan sehari-hari perlu diupayakan sesegera mungkin.”

Baca Juga: Mengajarkan Anak untuk Menjaga Persaudaraan Muslim dan Non Muslim

“Melalui teknologi Ecoplas dan Naturloop, kami memastikan singkong dari petani lokal dapat diubah menjadi resin bioplastik yang dapat terurai secara alami.

Produk ini adalah solusi nyata untuk menggantikan plastik konvensional yang tidak ramah lingkungan, terutama yang jika menjadi sampah ternyata tidak viable / ekonomis untuk didaur ulang.

Ini merupakan inovasi dalam negeri yang kontekstual dan efektif mengurangi jejak karbon dan polusi mikroplastik, sambil membawa dampak positif sosial-ekonomi untuk petani Indonesia,” ujar Tommy Tjiptadjaja, CEO Greenhope, dalam acara “From Roots to Market: The Birth of Indonesia’s Bioplastic Industry” di Desa Cikarawang, Dramaga, Rabu (22/01/2025).

Baca Juga: Baru Berusia 2 Tahun Sudah Memiliki Adik? Ini Dampak dan Kiat Mengatasinya

Kegiatan yang dilakukan di Desa Cikarawang ini turut dihadiri dan didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup, UNDP, BPDLH, para pengguna produk bioplastik, dan stakeholder lainya. Tommy menjelaskan, berkat kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah, kegiatan ini melahirkan industri bioplastik.

Sehingga, Indonesia yang kaya akan sumber dayanya akan dirasakan manfaatnya dari hulu hingga ke hilir.

Halaman:

Tags

Terkini