news-n-trend

Efek Bishopel A Terhadap Risiko Autisme pada Anak, Ini Hasil Risetnya

Minggu, 18 Agustus 2024 | 11:38 WIB
Sebuah studi terkini telah mengidentifikasi peran plastik dalam perkembangan autisme pada anak (Pexels/Steve Johnson)

 

SMARTPARENT.ID - Sebuah studi terkini telah mengidentifikasi peran plastik dalam perkembangan autisme pada anak, dengan fokus khusus pada paparan bisphenol A (BPA) selama masa kehamilan dan risiko gangguan perkembangan saraf pada anak laki-laki.

Penelitian ini menunjukkan bahwa BPA dapat mempengaruhi kadar estrogen pada bayi dan anak laki-laki usia sekolah, yang kemudian dapat meningkatkan kemungkinan mereka didiagnosis dengan autisme.

BPA merupakan bahan yang telah lama digunakan dalam produksi plastik keras, termasuk dalam berbagai wadah makanan dan minuman, sehingga banyak orang terpapar BPA dalam kadar rendah setiap harinya.

Kekhawatiran tentang dampak BPA terhadap kesehatan sudah ada sejak lama, terutama karena kemampuannya meniru hormon estrogen dalam tubuh, meskipun efeknya relatif lemah.

Baca Juga: Cara Mengajarkan Nilai dan Makna Kemerdekaan pada Anak

Walaupun paparan BPA sehari-hari biasanya rendah, eksposur yang terus-menerus dapat memiliki dampak signifikan pada kesehatan. Oleh karena itu, beberapa negara telah melarang penggunaan BPA dalam botol bayi sebagai tindakan pencegahan.

Seperti dilaporkan oleh Study Finds pada Minggu (18/8/2024), penelitian ini mengidentifikasi paparan BPA selama kehamilan sebagai faktor lingkungan yang mungkin berkontribusi pada perkembangan autisme. Studi ini mencakup penelitian pada manusia dan tikus.

Dalam studi pada manusia, para peneliti mengamati sekelompok 1.074 anak di Australia, dengan hampir separuhnya adalah anak laki-laki.

Mereka menemukan bahwa 43 anak (terdiri dari 29 anak laki-laki dan 14 anak perempuan) didiagnosis dengan autisme pada usia tujuh hingga 11 tahun (usia rata-rata sembilan tahun).

Peneliti mengumpulkan sampel urin dari 847 ibu pada tahap akhir kehamilan dan mengukur kadar BPA. Mereka kemudian memusatkan analisis pada sampel dengan tingkat BPA tertinggi.

Baca Juga: Memilih Suplemen Kalsium, Adakah Efek Sampingnya?

Selain itu, para peneliti juga menganalisis darah tali pusar untuk memeriksa perubahan gen yang terkait dengan aktivitas enzim aromatase, yang berhubungan dengan kadar estrogen.

Anak-anak yang menunjukkan perubahan gen yang menunjukkan kadar estrogen lebih rendah dikategorikan sebagai memiliki 'aktivitas aromatase rendah'.

Halaman:

Tags

Terkini