news-n-trend

Ada Ruangan Menyusui, Melihat Kantor Baru AstraZeneca yang Asri dan Ramah Lingkungan

Senin, 4 September 2023 | 10:23 WIB
Kantor Astrazeneca yang ramah lingkungan

SmartParent.id - AstraZeneca, perusahaan  di bidang kesehatan dan keberlanjutan, baru saja meresmikan Kantor
Pusat baru ramah lingkungan di Jakarta. Tonggak penting ini adalah langkah signifikan menuju
Ambisi Nol Karbon AstraZeneca di Indonesia, komitmen teguh untuk mengurangi emisi karbon
perusahaan di sektor kesehatan sambil menjaga planet yang lebih sehat bagi semua.

Saat menghadiri peresmian kantor tersebut, para wartawan diajak berkeliling kantor dan sempat menyaksikan kantor baru yang hijau dan efisien. Suasana kantornya sangat ramah dan menyenangkan dengan desain interior yang kekinian dan memukau. Ada banyak ruangan yang memanjakan para karyawan, sebut saja ruangan menyusui bagi para ibu muda di Astrazeneca. Juga ada ruangan khusus kedap suara untuk meeting, ruangan personal untuk melakukan sambungan telepon atau mengikuti zoom,  ruangan kafe, dan masih banyak lagi.

Menurut President Director AstraZeneca Indonesia, Se Whan Chon, AstraZeneca bersatu dalam keinginan untuk memanfaatkan kekuatan ilmu pengetahuan dan inovasi perusahaan, serta jangkauan globalnya, untuk memberikan obat-obatan yang mengubah hidup dan bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan. "Selama 52 tahun, AstraZeneca telah dengan tekun melayani pasien dengan obat-obatan inovatif kami dan memperkuat ketahanan ekosistem kesehatan melalui kemitraan erat dengan pemerintah dan komunitas medis," kata Se Whan.

"Pindah ke kantor baru yang ramah lingkungan adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung transisi menuju sektor kesehatan yang berkelanjutan. Peresmian kantor baru hari ini menandai salah satu langkah nyata AstraZeneca dalam mengurangi jejak karbon kami sebagai wujud dari komitmen kami untuk mendukung pemerintah mencapai target pengurangan 41% dalam emisi karbon pada tahun 2030 sebagaimana diatur dalam Keputusan Presiden No. 98
Tahun 2021," jelas Se Whan.

Sementara itu, pengembangan kantor baru mengadopsi sumber daya yang ramah lingkungan, seperti perlengkapan kantor baru dengan perabot ergonomis yang terbuat dari jaring ikan dan plastik dari laut yang didaur ulang. Ini mencakup jendela berlapis ganda untuk mengurangi konsumsi listrik, pengisian daya stasiun kerja terintegrasi untuk efisiensi listrik, dan kini mencakup stasiun pengisian kendaraan listrik (EV) dan segera akan memiliki stasiun tukar baterai sepeda untuk mendukung transisi ke armada operasional yang sepenuhnya listrik dalam waktu dekat.

Fitur-fitur ini selaras dengan tujuan keberlanjutan utama AstraZeneca dan mencerminkan dedikasi perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan.

Laporan Climate Transparency menyoroti kenyataan yang menyedihkan - sektor bangunan menduduki peringkat keempat sebagai penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar. Green Building Council Indonesia (GBCI) memperkuat keprihatinan ini, mengungkapkan bahwa struktur bangunan saja bertanggung jawab atas 30% dari total emisi CO2. Mereka juga mengonsumsi 17% pasokan air bersih, 25% kayu, 30-40% energi, dan hingga 100% sumber daya penting
lainnya.

Menurut Head of Corporate Affairs AstraZeneca Indonesia, Hoerry Satrio, AstraZeneca menyelaraskan misi keberlanjutan dengan aspirasi pemerintah untuk mengurangi emisi dan restorasi lingkungan, sesuai dengan Kesepakatan Paris. "Di AstraZeneca, keberlanjutan bukan hanya sekadar kata yang populer tetapi tertanam dalam kebijakan dan cara kerja kami. Selain Kantor Pusat Jakarta berwawasan lingkungan yang baru hari ini, kami juga memiliki MoU penanaman 20 juta pohon melalui program unggulan kami - AZ Forest - dengan pemerintah,"
jelas Hoerry.

"Kami juga mengambil beberapa langkah untuk mengurangi emisi GHG, seperti budaya kerja hibrida yang memprioritaskan digitalisasi, menerapkan pembatasan penerbangan dengan kompensasi karbon, dan mengembangkan program berorientasi pasien untuk pemuda dan masyarakat yang sehat. Selain itu, kami bersiap untuk beralih ke kendaraan listrik untuk secara drastis mengurangi emisi GHG kami dalam waktu dekat," tutup Hoerry.

Dengan inisiatif-inisiatif perintis ini, AstraZeneca Indonesia bukan hanya pemimpin di bidang kesehatan tetapi juga di bidang keberlanjutan, menjadikan dirinya sebagai pelopor dalam pelestarian lingkungan dan tindakan iklim.

Sementara itu, Gustav Dahlin, Deputi Kepala Misi Kedutaan Besar Swedia untuk Indonesia,menekankan pentingnya kemitraan hijau antara Swedia dan Indonesia. Gustav menyatakan, "Kemitraan hijau inovatif ini menunjukkan komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan lingkungan oleh Swedia dan Indonesia. Kami sangat senang menyaksikan tonggak ini saat AstraZeneca Indonesia mengungkapkan kantor hijau baru mereka, sebuah bukti dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan sambil memimpin kolaborasi multi-pihak untuk mengatasi tantangan
lingkungan bersama-sama."

Menurut Sophie Freeland-Hayness, Direktur Negara Perdagangan dari Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, kontribusi AstraZeneca mencerminkan komitmenyang kuat terhadap kesejahteraan lingkungan, masyarakat, dan generasi masa depan kita.

Sophie mengatakan, "Hari ini, kami merayakan lebih dari sekadar pembukaan kantor baru; kami merayakan visi bersama untuk Indonesia yang lebih sehat, lebih hijau, dan lebih berkelanjutan. Kami merayakan kemitraan antara pemerintah dan industri yang merupakan contoh semangat kerja sama dan kolaborasi yang diperlukan untuk mengatasi tantangan mendesak zaman kita. Atas  nama Inggris Raya, saya menawarkan ucapan selamat yang tulus kepada AstraZeneca Indonesia dan menyatakan dukungan kami yang berkelanjutan terhadap kepemimpinan Anda
dalam memimpin transisi menuju sektor kesehatan bebas emisi."

Terkini