SmartParent.id - Saat ini ada sebuah pertanyaan viral yang mengemuka di internet, benarkah odol bisa menjadi berfungsi sebagai alat testpack yang murah meriah.
Caranya konon sangat mudah, cukup teteskan air seni ke pasta gigi yang telah disimpan dalam sebuah wadah kemudian tunggu reaksi yang terjadi.
Bila ada perubahan warna dan muncul buih, tandanya wanita itu positif hamil.
Sebaliknya, bila tidak ada perubahan apa pun, tandanya ia sedang tidak berbadan dua atau hasilnya negatif.
Benarkah anggapan tersebut?
Ternyata perubahan warna yang terjadi saat odol ditetesi urin seorang wanita hanyalah sebuah reaksi kimia.
Reaksi kimia itulah yang kini banyak dipercaya banyak orang sebagai bukti odol bisa menjadi alat testpack.
Faktanya, reaksi munculnya buih dan berubahnya warna terjadi karena keasaman urine mengenal pasta gigi yang bersifat basa.
Semua itu bukan karena adanya hormon kehamilan human chorionic gonadotropin (hCG).
Hormon hCG biasa ditemukan pada wanita yang sedang berbadan dua.
Adapun buih atau bisa yang muncul, terjadi karena pasta gigi umumnya mengandung kalsium karbonat.
Kalsium karbonat ini akan berbuih bila berinteraksi dengan asam.
Yang menarik, reaksi perubahan warna dan munculnya busa juga dapat terjadi bila urin laki-laki dicampurkan dengan odol tersebut. Lucu kan?
Kesimpulannya, pasta gigi tidak dapat berfungsi sebagai alat tes kehamilan.
Kehamilan dapat dideteksi dengan mudah dengan alat test pack yang banyak beredar di pasaran.
Juga lewat tes urine dan darah lewat uji laboratorium.
Untuk hasil yang lebih akurat, dokter juga biasa melakukan USG untuk mendeteksi kehamilan.