news-n-trend

Film: The Sheep Detectives, Kisah Para Domba "Bodoh" Membongkar Misteri Pembunuhan

Kamis, 14 Mei 2026 | 19:21 WIB
Film The Sheep Detectives (Irfan/Dok Sony)

SMARTPARENT.ID Jika kamu berpikir para domba adalah binatang bodoh, tidak mengerti apa yang kita bicarakan, buang jauh-jauh pikiran tersebut jika kalian nonton film ini, The Sheep Detectives yang disutradari Kyle Balda. Film ini mengisahkan domba-domba istimewa dengan kelebihannya masing-masing. Ada yang keingintahuannya sangat besar, ada yang punya analisis jenius, ada yang pemberani, ada yang bijaksana, tentu ada yang jahil dan usil.

Baca Juga: Seorang Ibu Ajak Anak Balita Nonton Konser di Malam Hari, Dokter Spesialis Anak Buka Suara

Awal kisah film ini adalah George Hardy (Hugh Jackman), seorang penggembala di sebuah pedesaan terpencil di Irlandia. George punya kebiasaan unik, ia selalu membacakan novel detektif kepada domba-dombanya. Ia tak peduli apakah dombanya mengerti atau tidak, yang jelas setiap kali ia membacakan novel, domba-dombanya duduk manis dan seringkali mengembik. Entah apa yang diembikkan, Goeorge tak mengerti.

Tanpa diketahui George, kebiasaan tersebut membuat domba-dombanya mulai mengerti bagaimana cara menjadi detektif dengan memahami pola investigasi, motif pembunuhan, juga mulai tahu ragam perilaku manusia.

Sampai suatu pagi, George ditemukan meninggal dunia. Domba-domba begitu sedih dan tidak menerima kematian George. Awalnya Polisi menganggap kematiannya sebagai serangan jantung biasa dan tidak perlu dipermasalahkan. Tetapi domba-domba tidak menerima, mereka merasa ada yang janggal dan berusaha menyelidikinya hingga datang ke pusat desa. Mereka pun memanfaatkan cerita-cerita novel yang kerap dibacakan George sebagai modal penyelidikan.

Baca Juga: Hantavirus: Ancaman dari Tikus yang Perlu Diwaspadai Indonesia

Polisi baru berusaha keras menangkap pelaku pembunuhan ketika terungkap jika George memiliki harta 30 juta dolar yang tersimpan di bank. Mereka mengaitkan kematian George dengan keinginan seseorang untuk menguasai uang tersebut.

Hampir saja polisi salah menangkap orang. Jika saja para domba tidak memberikan kode akan pembunuh yang sebenarnya, mungkin orang yang salah tangkap itu sudah dibawa ke kota untuk diadili. Di saat genting, polisi Tim Derry (Nicholas Braun), sadar akan kode yang diberikan para domba. Dan pembunuh sebenarnya pun terungkap. Ini adalah plot twist, penonton mencurigai si A, B, C pembunuhnya tetapi ternyata X adalah pelaku sebenarnya. Namun plot ini tidak serta merta berubah karena sejak awal, ada kode-kode yang disisipkan. Bagi yang jeli biasanya dapat melihatkode-kode tersebut.

Film berdurasi 1 jam 43 menit ini didominasi oleh adegan-adegan domba-domba yang lucu, menggemaskan, menghibur, dan seolah mengajak kita berpikir untuk menemukan siapa pembunuh sebenarnya. Namun domba adalah domba, dimana di film ini tetap ditampilkan sisi lemahnya, pola pikirnya terbatas, interaksinya kepada manusia tidak kuat, juga menganggap bahwa dirinya cuma domba yang bodoh. Tetapi ini kekuatan filmnya, domba tetap digambarkan secara natural. Bukan domba superhero yang tiba-tiba ditampilkan menjadi pahlawan hebat.

Baca Juga: Film dari China ini Berhasil Membuat Kisah Seorang Anak Perempuan dan Ayah Angkat Menjadi Emosional

Kekuatan lain dari film ini adalah para pengisi suaranya berhasil menghidupkan film dan memberi warna yang kuat pada setiap karakternya. Sekali kita mendengar, seolah kita tahu bahwa karakternya cerewet, bijaksana, periang, imut, penakut, sok pintar, usil, juga pemberani. Selain itu, domba-dombanya terasa sangat hidup tidak tampak bahwa mereka adalah hasil teknologi digital. Kita seolah melihat, mereka adalah domba asli yang sedang berakting.

Film untuk semua umur ini, layak dijadikan pilihan buat tontonan keluarga. Tayang di bioskop mulai 15 Mei 2026.

CREDIT

Sutradara: Kyle Balda

Halaman:

Tags

Terkini