SMARTPARENT.ID - Gelombang konten berbasis Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan berubah menjadi arus utama yang perlahan tapi pasti membanjiri media sosial di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, AI semakin masif digunakan di hampir seluruh lini produksi konten, mulai dari mencari ide, menulis naskah, menciptakan visual dan video hiper-realistis, hingga mendistribusikan konten dalam skala besar dengan kecepatan yang nyaris mustahil dicapai manusia.
Perubahan ini menggeser cara kreator, media, dan pelaku usaha dalam bekerja, membuka peluang efisiensi, kreativitas tanpa batas, serta model produksi konten yang sama sekali baru.
Baca Juga: 3 Langkah Cerdas Parents Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak Sejak Dini
Namun di balik euforia tersebut, laju adopsi AI juga menyimpan bom waktu.
Rendahnya literasi digital, minimnya pemahaman publik tentang cara kerja dan batasan AI, hingga potensi penyalahgunaan teknologi dan persoalan etika mulai menjadi bayang-bayang serius di ekosistem digital.
Tanpa pemahaman yang memadai, AI berisiko disalah artikan sebagai jalan pintas instan, bukan alat strategis yang harus digunakan secara bertanggung jawab. Inilah yang membuat diskursus seputar konten AI menjadi semakin krusial, bukan hanya untuk dibahas, tetapi untuk diedukasi secara kritis.
Sejalan dengan kebutuhan tersebut, AICO memperkenalkan buku berjudul “Cara Bikin Konten AI”, sebuah panduan praktis yang dirancang untuk membantu masyarakat memahami dan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab dalam proses pembuatan konten.
Baca Juga: Rayakan Hari Ibu 2025, MY BABY Ajak Publik Apresiasi Peran Ganda Ibu
Buku ini menyasar kreator konten, pekerja media, pelaku UMKM, pelajar, marketer, hingga masyarakat umum yang ingin beradaptasi dengan ekosistem konten digital modern.
Disusun secara aplikatif, buku ini membahas alur pembuatan konten dari ide hingga produk akhir, dilengkapi dengan studi workflow serta pemanfaatan berbagai tools AI populer.
Tommy Teja, Co-Founder AICO, menyampaikan bahwa mulai 2026 konten berbasis Artificial Intelligence akan semakin mendominasi ekosistem media sosial, seiring algoritma platform yang kini sudah dipenuhi dan dipengaruhi oleh konten AI.
“Kreator yang tidak beradaptasi berisiko tertinggal. Padahal, AI justru membuka peluang besar karena mampu menekan biaya produksi, mempercepat proses kerja, dan tetap menghasilkan konten yang menarik, realistis, serta relevan, bahkan memungkinkan integrasi brand secara lebih kreatif,” ujar Tommy.
Baca Juga: Inspirasi Kado Akhir Tahun, ini Pilihan Hadiah Seru dan Fungsional dari OH!SOME