news-n-trend

Korban Baru Terus Bermunculan! Polisi Ungkap Korban Lain dari Priguna Anugerah saat Ini Masih Berstatus Pasien di RSHS

Jumat, 11 April 2025 | 20:00 WIB
Priguna Anugerah tersangka kasus pemerkosaan kepada penunggu pasien di RSHS Bandung

SMARTPARENT.ID - Polda Jawa Barat mengonfirmasi adanya dua korban tambahan dalam kasus ini, yang masing-masing merupakan pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan pola tindakan yang sama seperti yang dialami oleh korban sebelumnya.

Dugaan kuat menyebutkan pelaku menggunakan kedok prosedur medis untuk melancarkan aksinya. Kini, penyelidikan terus dikembangkan, dengan kemungkinan masih adanya korban lain yang belum melapor.

Baca Juga: SBY Kenang Momen Bersama Almarhumah Titiek Puspa Lewat Album Terakhir yang Sarat Emosi

Penyelidikan kasus pemerkosaan yang melibatkan dokter residen dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Padjadjaran, Priguna Anugerah Pratama, terus berlanjut.

Kini, pihak kepolisian telah memeriksa dua korban tambahan yang juga mengaku menjadi sasaran tindakan bejat sang dokter.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Surawan, mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan kesamaan pola dan modus yang digunakan oleh Priguna terhadap kedua korban barunya.

"Modus sama dengan dalih akan melakukan analisa anestesi dan kedua dilakukan uji alergi terhadap obat bius," ujar Surawan saat memberikan keterangan pada Jumat 11 April 2025.

Baca Juga: Mengenali Tanda-Tanda Anak Mengalami Bullying di Sekolah

Diketahui bahwa aksi terhadap dua korban tersebut terjadi dalam waktu yang berbeda, yakni pada 10 dan 16 Maret 2025.

Keduanya adalah pasien Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dengan usia masing-masing 21 dan 31 tahun.

"Korban dibawa ke tempat sama," kata Surawan, menegaskan bahwa lokasi kejadian masih berada di area rumah sakit.

Keberadaan dua korban tambahan ini pertama kali diungkap oleh pihak kepolisian sehari sebelumnya, Kamis 10 April 2025.

Saat itu, Kombes Surawan menyampaikan bahwa selain korban berinisial FH yang telah lebih dulu melapor, terdapat dua korban lain yang juga menjadi sasaran pelaku.

Halaman:

Tags

Terkini