SMARTPARENT.ID - Kasus Nikita Mirzani yang membeberkan aib putrinya, Lolly, di media sosial memicu banyak diskusi terkait etika parenting.
Pada Juni 2023, Nikita mengunggah tangkapan layar percakapan pribadi dengan putrinya, mengungkapkan bahwa Lolly terlibat dalam pergaulan bebas dan tindakan lain yang dianggap menyimpang.
Dalam postingan tersebut, Nikita juga menampilkan wajah Lolly dan menceritakan bagaimana ia "mengunci" anaknya sebagai bentuk hukuman.
Baca Juga: Mengenal Suplemen Bromelain, Amankah Bagi Ibu Hamil?
Tak hanya itu, Nikita menyebut bahwa Lolly pernah dikeluarkan dari sekolah dan terlibat dalam upaya kabur dengan seorang pria tak dikenal.
Respon publik pun beragam.
Banyak warganet mengkritik tindakan Nikita, menyebut bahwa meskipun anaknya bersalah, mempermalukan anak di ruang publik seperti media sosial adalah tindakan yang berlebihan.
Beberapa netizen berpendapat bahwa tindakan seperti itu justru dapat memperlebar jurang antara ibu dan anak serta merusak hubungan emosional mereka.
Etika Parenting dan Dampaknya pada Anak
Dari perspektif psikologi, tindakan Nikita yang mengumbar aib anaknya di media sosial bisa dikategorikan sebagai pelanggaran etika parenting.
Baca Juga: Mengenal Suplemen Bromelain, Amankah Bagi Ibu Hamil?
Etika parenting mengacu pada seperangkat prinsip moral dan norma yang seharusnya dipatuhi oleh orang tua dalam mendidik anak.
Prinsip utama dari etika parenting adalah memprioritaskan kesejahteraan fisik dan mental anak serta membangun hubungan yang sehat dan saling menghormati.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), menjaga privasi anak dan mendukung perkembangan emosional mereka adalah hal yang krusial dalam pola asuh yang baik.
Artikel Terkait
Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Tumbuh Kembang Anak
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Mental Anak
Tanda-tanda Gangguan Kesehatan Mental pada Anak
Tips Mengatasi Masalah Perilaku Anak di Sekolah
Cara Memilih Program Pendidikan Tambahan yang Tepat untuk Anak