SMARTPARENT.ID - UMK yang dipimpin lelaki dan perempuan berada pada posisi yang cukup setara dalam mengakses layanan dukungan.
Persentase UMK yang dipimpin lelaki (33%) dan perempuan (32%) yang mampu mengakses layanan dukungan hampir sama.
UMK yang dipimpin perempuan melaporkan kinerja bisnis yang hampir setara dengan UMK yang dipimpin lelaki di berbagai indikator pengukuran.
Baca Juga: Kemandirian Finansial UMK: Tantangan dan Peluang Akses Kredit di Indonesia
Sebanyak 37% wirausaha perempuan mengajukan kredit, atau 10% lebih tinggi daripada wirausaha lelaki.
Hal ini bisa jadi dampak dari inisiatif yang baru-baru ini digagas untuk meningkatkan akses kredit bagi para wirausaha perempuan.
Sebagai contoh, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) telah menyalurkan 2 UKM Perempuan di Indonesia:
Kesempatan Emas bagi Institusi Finansial Lokal PRESS RELEASE pinjaman kepada 5,4 juta pengusaha mikro sejak 2017, dengan 95% di antaranya adalah perempuan.
Baca Juga: Mengatasi Tantangan Literasi Digital, Kunci Pemberdayaan Usaha Kecil di Indonesia
Sejak 2017, Mastercard telah mendukung lebih dari 1,8 juta usaha kecil untuk mempercepat akses terhadap produk finansial dan solusi digital melalui pelatihan, pendampingan, serta konten edukasi yang mudah dipahami, melalui inisiatif pemberdayaan usaha kecil seperti Mastercard Strive dan Mastercard Academy 2.0.
Hal ini tercapai melalu kolaborasi dengan para pemangku kepentingan di sektor publik dan swasta, serta lembaga swadaya masyarakat.
Baca Juga: Small Business Barometer Report : Strategi Pemberdayaan di Era Digital dan Finansial
Artikel Terkait
Alliance Laundry Systems Terus Memperkuat Bisnis Melalui Solusi Laundry Komersial Premium di Indonesia
Kembangkan bisnis Anda bersama Komunitas BlueBand Professional dan Inovasi BlueBand Professional Cream
Mengatasi Tantangan Literasi Digital, Kunci Pemberdayaan Usaha Kecil di Indonesia
Meningkatkan Akses Pelatihan: Kunci Pertumbuhan Usaha Kecil di Indonesia