Sembelit Saat Hamil, Amankah Minum Obat Pencahar?

Photo Author
Agnia Qurota Ayun, Smart Parent
- Kamis, 22 Februari 2024 | 05:14 WIB
ibu hamil sembelit amankah  makan obat pencahar
ibu hamil sembelit amankah makan obat pencahar

SmartParent.id -  Pada saat hamil, umumnya bumil mengalami berbagai kondisi atau kendala kesehatan. Salah satunya, sembelit. Ya, sembelit sering terjadi pada kehamilan.

Sembelit saat hamil, yang didefinisikan sebagai buang air besar kurang dari tiga kali seminggu, dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.

Seperti dikutip dari mayoclinic.org, pelunak tinja, seperti docusate sodium (Colace) dan docusate kalsium (Surfak), melembabkan tinja dan membuatnya lebih mudah dikeluarkan.

Menurut Myra Wick, M.D., Ph.D., produk-produk ini kemungkinan tidak membahayakan janin yang sedang berkembang karena bahan aktifnya hanya diserap sedikit oleh tubuh.

 

Penyedia layanan kesehatan Anda mungkin juga merekomendasikan obat pencahar. Obat pencahar pembentuk massal, seperti psyllium (Metamucil, Konsyl, lainnya) dan polikarbofil (FiberCon, Equalactin, lainnya) biasanya dianggap aman digunakan selama kehamilan karena tidak diserap oleh tubuh.

 

Obat pencahar lain yang dianggap aman digunakan selama kehamilan termasuk obat pencahar saline, seperti magnesium hidroksida (Phillips' Milk of Magnesia, Dulcolax, lainnya) atau magnesium sitrat; stimulan, seperti bisacodyl (Ducodyl); dan laktulosa (Cholac, Constilac, lainnya).

 

Banyak obat pencahar dan pelunak feses tersedia tanpa resep dokter. Namun, tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan Anda sebelum minum obat apa pun – termasuk pelunak tinja dan jenis obat pencahar lainnya – untuk mengatasi sembelit saat hamil.

 

Ingatlah bahwa sembelit saat hamil seringkali dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup. Misalnya:

  1. Minum banyak cairan


Air adalah pilihan yang baik. Jus plum juga bisa membantu.

  1. Aktivitas fisik


Sertakan aktivitas fisik dalam rutinitas harian Anda. Menjadi aktif dapat membantu mencegah sembelit saat hamil.

  1. Konsumsi serat


Sertakan lebih banyak serat dalam makanan Anda. Pilih makanan berserat tinggi, seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Jika penyedia layanan kesehatan Anda menyetujuinya, pertimbangkan suplemen serat, seperti Metamucil atau Citrucel.

Jika Anda mengonsumsi suplemen zat besi, sampaikan sembelit tersebut kepada penyedia layanan kesehatan Anda. Meskipun zat besi merupakan nutrisi penting selama kehamilan, terlalu banyak zat besi dapat menyebabkan sembelit saat hamil. Anda mungkin harus mengonsumsi obat pelunak feses jika sedang mengonsumsi suplemen zat besi.***

Editor: Agnia Qurota Ayun

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X