Kisah Pilu Anak 2 Tahun Dikabarkan Meninggal Dunia usai Bertahan Melawan Dingin di Posko Pengungsian Gempa NTT

Photo Author
Tim SmartParent, Smart Parent
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Menyoroti viralnya kabar balita berusia 2 tahun yang wafat imbas terpapar kondisi dingin di posko pengungsian gempa NTT.  ((Instagram.com/@folkative))
Menyoroti viralnya kabar balita berusia 2 tahun yang wafat imbas terpapar kondisi dingin di posko pengungsian gempa NTT. ((Instagram.com/@folkative))

Jatuh Sakit, Akhirnya Meninggal Dunia

Secara terpisah, Afik yang merupakan seorang relawan sekaligus warga setempat, membenarkan informasi duka tersebut.

Afik menyebut, MC merupakan salah satu anak yang bertahan bersama keluarganya di tengah keterbatasan fasilitas pengungsian.

Baca Juga: Purana Home dan Vicenza Menggelar Workshop Membuat Hampers Cantik untuk Hari Istimewa

Terlebih, minimnya persediaan selimut membuat sebagian besar warga Desa Marapokot harus bertahan di tengah dinginnya malam.

Selama berada di sana, kondisi kesehatan korban terus menurun.

Sebelum meninggal dunia, MC sempat dilarikan ke RS Aeramo, kemudian dirujuk ke RS Bajawa akibat demam tinggi.

"Anak ini jatuh sakit, sempat dirawat tapi akhirnya meninggal dunia," ungkap Afik dalam keterangannya, pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Baca Juga: Padahal Ada Larangan, Viral Pengunjung Taman Safari Indonesia Santai Buka Kaca Mobil untuk Merekam Harimau

Posko Pengungsian yang Serba Terbatas

Dalam kesempatan berbeda, Jack yang merupakan salah satu anggota keluarga korban, menilai demam tersebut menyebabkan tubuh MC sempat kaku dan mengalami kejang.

"Anak ini sebelumnya sehat dan sangat segar. Ia sakit karena terpapar dingin di pengungsian. Itulah yang membuat saya sangat terpukul," ungkap Jack dalam penuturannya, pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Atas hal itu, Jack mendesak otoritas berwenang agar segera bertindak untuk menangani kondisi para pengungsi yang saat ini masih bertahan tanpa fasilitas yang memadai.

"Kami mohon bantuan segera. Ini situasi yang serius. Korban meninggal baru berusia dua tahun," jelas Jack.

"Ia jatuh sakit hanya karena kondisi keterbatasan di atas bukit, tanpa kelambu dan tanpa tenda. Sebagai keluarga, saya berbicara dengan duka yang mendalam atas kepergian keponakan saya ini," tandasnya.*

Halaman:

Editor: Saeful Imam

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X