SMARTPARENT.ID - Sebagian publik di media sosial, tengah diselimuti duka usai kabar wafatnya seorang balita MC (2) asal Nagekeo di tengah kondisi dingin yang menerpa posko pengungsian gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
Anak berusia 2 tahun itu dikabarkan meninggal dunia, setelah menjadi salah satu pengungsi bersama keluarganya pascagempa yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
Kini, hati sebagian publik seolah teriris usai perjuangan hidup seorang anak korban gempa itu harus berakhir akibat terpapar dinginnya pengungsian di lokasi terdampak.
"Menurut Kementerian Kesehatan, kematian anak tersebut dikaitkan dengan paparan suhu dingin saat berada di lokasi pengungsian," tulis postingan Instagram @folkative, pada Senin, 24 Agustus 2026.
Sebagian publik pun tak luput menyoroti kondisi sulit yang dihadapi warga yang terpaksa tinggal di tempat pengungsian sementara, usai bencana gempa melanda sejumlah wilayah NTT.
"Terutama anak-anak dan kelompok rentan lainnya, saat mereka menghadapi dampak bencana," sambungnya.
Baca Juga: ABC Cooking Studio Rayakan Delapan Tahun di Indonesia, Hadirkan Kelas Baru hingga Kompetisi Kuliner
Sempat Bertahan di Tepian Bukit Puta
Berdasarkan laporan di lapangan, MC sempat bertahan bersama keluarganya di posko pengungsian yang lokasinya berada di tepian Bukit Puta.
Keluarga korban diketahui mulai mengungsi di lokasi tersebut pascagempa yang melanda pada 15 Agustus 2026 lalu.
Menurut keterangan pihak keluarga, korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun takdir berkata lain, nyawa sang balita tidak berhasil diselamatkan.
Artikel Terkait
Bermain untuk Kesehatan Mental Anak: Refleksi Kecil dari Seorang Ibu Pada Hari Anak Nasional
Dukung Pemenuhan Nutrisi Anak Menuju Generasi Emas 2045, Vidoran Hadirkan Program Dunia S.M.A.R.T vidoran STAR Moment Buy & Win
Liburan Bersama Anak Makin Seru, Chupa Chups Hadirkan Pengalaman Bermain Interaktif di Dufan
Plot Twist Kasus Kematian Anak Disabilitas di Merauke: sang Ayah Sempat Dipuji Tabah, Kini Terancam 15 Tahun Bui
Usai Peristiwa Gigit Anak di Bandung, Polisi Ungkap Anjing Pitbull Langsung Dikarantina: Pastikan Tidak di Permukiman Warga Lagi