lifestyle

Istri Jauh Lebih Tua? Ini 5 Masalah yang Kerap Muncul

Jumat, 26 Juli 2024 | 08:30 WIB
Minum susu saat hamil sehat, tapi ibu tetap perlu berhati-hati (user18526052/freepik)

SMARTPARENT.ID Menikah adalah hak setiap orang, termasuk lelaki yang ingin menikah dengan wanita yang jauh lebih tua atau wanita yang ingin menikah dengan lelaki yang jauh lebih muda.

Tapi, jika laki-laki menikahi wanita yang wanitanya jauh lebih tua perlu cermat juga. Misalnya, usia wanita lebih tua 10 tahun. Berikut beberapa masalah yang bisa saja muncul :

Baca Juga: Semakin Harmonis dengan Makan Bersama di Meja Makan

  1. Perbedaan Cara Pandang

Cara pandang Wanita yang 10 tahun lebih tua, mungkin dalam periode tertentu tidak terlalu bermasalah. Misalnya, pandangan terhadap karir, ketika si wanita berusia 40 tahun dan si lelaki 30 tahun, mungkin keduanya masih punya cara pandang yang sama karena keduanya mungkin masih aktif bekerja, berada di puncak karir, punya energi yang setara, dan lainnya.

Nah, ketika si wanita sudah 50 tahun dan lelaki 40 tahun, pola pandang mungkin sudah berbeda. Bisa saja si wanita sudah tidak terlalu ambisius lagi mengejar karir sementara si lelaki sedang sangat bersemangat. Atau keinginan memiliki keturunan, mungkin saja istri yang sudah 40 tahun sudah enggan hamil dan melahirkan sedangkan sang suami masih ingin memiliki anak lagi.

Mungkin juga sebaliknya, istri yang sudah berusia 35 tahun ingin hamil dan melahirkan setiap tahun agar di usia 40 tahun dia sudah bisa menyetopnya namun sang suami enggan karena dia repot dengan pekerjaan. Bila tidak segera dicari jalan keluarnya, mungkin saja perbedaan ini memicu munculnya masalah.

Untuk mengatasinya, kedua pasangan harus melakukan komunikasi yang efektif untuk membicarakan permasalahan yang ada. Bila sang suami ingin terus mengerjar karir apa alasannya, kenapa istri tak ingin memiliki keturunan lagi, atau sang suami tak ingin segera memiliki anak, dan seterusnya. Resapi alasan-alasan yang dikemukakan dengan perasaan dingin lalu bisa dicarikan jalan tengah agar pandangan yang berbeda ini bisa dipertemukan. Bila tidak mampu melakukannya sendiri bisa melibatkan ahli untuk mencari jalan keluarnya.

  1. Masalah Kepemimpinan dalam Keluarga

Perbedaan yang terlalu jauh ini pun terkadang berpengaruh terhadap masalah siapa yang memimpin keluarga. Bila melihat norma yang saat ini masih bergulir di masyarakat suamilah yang bertindak sebagai pemimpin di dalam keluarga. Namun masalahnya, usia suami jauh lebih muda yang seringkali membuat si wanita merasa lebih berkompeten. Apalagi bila si wanitanya lebih berharta, lebih populer, dan lebih kuat pengaruhnya di keluarga mungkin sangat kurang menghargai suami. Tak masalah bila suami bersifat legowo, tapi bila suami ngotot  untuk bertindak sebagai pemimpin tentu akan runyam.

Harus ada kesepakatan bersama sebelum melakukan pernikahan, siapa yang harus memimpin keluarga suami atau istri. Bila ingin mengikuti norma yang ada, si lelakilah yang diberikan hak lebih besar untuk memimpin keluarga meskipun si wanita lebih berharta atau populer. Namun karena melihat istri lebih berkompeten karena punya karir lebih bagus dan lebih populer, silahkan saja si istri menjadi pemimpin. Kesepakatan ini bisa dilakukan dengan menjalin komunikasi yang baik sebelum dan sesudah perkawinan agar apa yang dilakukan tidak menimbulkan masalah.

Tapi alangkah baiknya suami dan istri berjalan berdampingan, saling mengisi satu sama lain, tidak ada pandangan siapa yang memimpin dan siapa yang dipimpin.

Baca Juga: Begini Cara Merespon Bila Orangtua/Mertua Menghandel Pekerjaan Rumah Kita

  1. Kematangan Jiwa Wanita Lebih Cepat

Kematangan jiwa seorang wanita tumbuh lebih cepat dibandingkan laki-laki. Jadi perlu diwaspadai akan terjadinya pola pandang yang berbeda terhadap suatu permasalahan. Si wanita dengan kejiwaannya yang lebih mapan mungkin akan menanggapi lebih bijak bila sang suami punya banyak teman kerja wanita yang sering mengajaknya makan siang bareng. Tapi berbeda dengan cara pandang suami, mungkin saja dia akan terbakar cemburu saat mengetahui istrinya makan malam dengan klien. Padahal menurut pandangan istri, itu adalah hal lumrah yang biasa dilakukannya. Sehingga tak mustahil perbedaan kematangan jiwa ini memunculkan masalah keluarga yang rumit.

Untuk mengatasinya harus datang dari keduabelah pihak. Si istri yang secara usia lebih matang bisa memberikan masukan-masukan kepada suami terhadap berbagai cara pandangnya. “Bila tidak melakukan hal negatif, boleh kan makan malam dengan klien, supaya bisnisku gol Pa,” misalnya. Sebaliknya, si suami bisa lebih banyak belajar terhadap permasalahan yang ada, menerima masukan dari istri, sambil berusaha menyejajarkan diri dengan kematangan jiwa istri.  Hal ini bisa dilakukan dengan menjalin komunikasi yang baik.

  1. Perubahan Fisik

Tak hanya jiwa, secara fisik wanita pun tumbuh lebih cepat. Tak heran, meskipun usia sama namun istri akan terlihat lebih tua, apalagi usia istri jauh lebih tua. Mungkin saja hal ini akan membuat suami merasa malu, malas, atau kesal dengan keadaan istrinya. Sebaliknya, masalah pun terkadang muncul dalam diri si wanita. Mungkin saja dengan tampang sang suami yang masih terlalu muda membuatnya enggan untuk dikenalkan ke rekan-rekan kerja, diajak ke acara kantor, dan sebagainya.

Halaman:

Tags

Terkini