Sebaiknya, hal ini harus diatasi karena bila terus didiamkan tak mustahil dapat memicu pertengkaran bahkan perceraian. Hal pertama yang harus dilakukan, mereka harus mengingat kembali kesepakanan pernikahan. Bila mereka sudah siap menerima segala perbedaan maka mereka harus menerima apa adanya tanpa harus ada rasa malu, risih, malas, dan sebagainya.
Kedua, suami dan istri harus berusaha menyejajarkan diri. Bila suami diajak ke acara istri yang notabene dihadiri oleh orang-orang yang jauh lebih tua darinya bisa diatasi dengan cara berdandan dan berpakaian. Dengan berpakaian yang lebih elegan, memakai tuxedo misalnya, dapat membuat penampilan lebih kharismatik. Atau si istri, rajin-rajinlah merawat penampilan agar terlihat jauh lebih muda dari usia sebenarnya. Sekarang kan sudah banyak produk-produk yang dapat memelihara kulit supaya terlihat lebih kencang, halus, dan muda.
Baca Juga: Ih My Husband Rajin Sekali!
- Perbedaan Hasrat Seksual
Di sekitar usia 25 sampai 40 tahunan mungkin hubungan intim bukan masalah bagi mereka. Namun ketika istri sudah menginjak masa pramenopause-menopause, sekitar usia 50 tahun, mungkin masalah akan muncul. Bayangkan, suami masih memiliki hasrat menggebu untuk berhubungan intim sedangkan istri sudah mulai malas karena secara biologis di usia ini hasrat biologisnya mulai menurun. Tak mustahil ketidaksinkronan ini dapat memicu terjadinya perselisihan.
Untuk mengatasinya, misalnya, suami harus lebih memahami dengan keadaan istri. Bila sebelumnya berhubungan intim bisa seminggu 3 kali, diturunkan frekwensinya menjadi seminggu sekali. Demikian pula dengan istri, agar dapat melayani suami harus menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga teratur dan pola makan yang sehat. Disamping melakukan komunikasi yang intensif agar keduanya bisa memahami kondisi masing-masing.