SMARTPARENT.ID Si Suami sangat rajin di rumah. Ia memasak, mencuci piring, mencuci baju, menyapu, mengepel lantai, hingga menyuapi makan anak-anak. Pekerjaan yang umumnya dilakukan para istri diborong habis oleh suami yang memang tak pernah bisa diam di rumah kala libur bekerja di kantor. Sehingga, boleh dibilang ia adalah suami bapak rumah tangga.
Baca Juga: Semakin Harmonis dengan Makan Bersama di Meja Makan
Hargai Apa yang Dilakukan Suami
Sang istri sangat beruntung mendapatkan suami yang rajin melakukan banyak pekerjaan rumah. Dia tidak perlu repot mengerjakan semuanya sendirian karena suami sudah melakukannya.
Tetapi, jangan mentang-mentang suami sudah mengerjakan banyak pekerjaan di rumah, istri tidak boleh menganggap remeh. Istri harus mempertebal apa yang sudah dilakukan oleh suami. Beberapa hal bisa dilakukan oleh istri :
- Pujilah Sang Suami
Istri perlu memberikan pujian kepada suami karena ia telah mengerjakan banyak hal di rumah. Setelah memasak misalnya, katakan saja jika masakannya sedap dan kita suka sekali memakannya. Jika pada kenyataannya agak kurang sedap jangan dihina tetapi katakan dengan lembut, “lebih sedap kalau kita tambah garam!” misalnya. Pujian atau perkataan lembut memberi sinyal kepada suami bahwa kita sangat mengapresiasikan apa yang dilakukannya.
- Sesekali Boleh Berikan Hadiah
Sesekali kita perlu memberikan hadiah. Apapun bisa kita berikan, asal dapat membuat ia senang. Misalnya, berikan pelukan hangat, kecupan kasih sayang, atau benda-benda yang disenangi pasangan seperti dompet, dasi, atau ikat pinggang. Hadiah yang kita berikan akan membuat suami merasa dihargai dan ia tahu kalau kita sangat berterimakasih.
- Mari Dirayakan
Jarang lo, ada suami yang mau melakukan banyak pekerjaan rumah. Tak ada salahnya jika sesekali kita merayakannya. Misalnya, minta suami untuk tidak masak lalu kita pesan makanan kesukaan suami di restoran favorit. Katakan padanya bahwa kita ingin merayakannya dengan membebaskan suami masak sehari.
Baca Juga: Menitipkan Anak ke Kakek-Nenek? Boleh Saja Tapi Bikin Aturan Main yang Baik
Lakukan Pekerjaan yang Tidak Dikerjakan Suami
Sementara suami menyelesaikan pekerjaan rumah, Moms sebaiknya tak boleh berpangku tangan. Moms harus membantu pekerjaan rumah yang lain. Misalnya dengan melakukan pekerjaan yang belum dilakukan suami seperti memanaskan mesin mobil, menyiapkan baju anak, menemani anak belajar, dan lainnya. Di samping itu, setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, jika suami pandai dan rajin mengerjakan pekerjaan rumah tangga, mungkin ia tidak mau mengerjakan pekerjaan lain seperti berkebun, memandikan hewan kesayangan, memberikan makan burung, membersihkan kamar mandi, dan lainnya.
Yang terpenting di sini, Moms tidak boleh terlihat “ongkang-ongkang” kaki. Mungkin suami tak masalah karena ia mengerjakannya dengan sukarela. Tetapi bagaimana bila kebiasaan ini terbawa terus kemudian terlihat oleh orangtua atau mertua? Misalnya, ketika mereka berkunjung ke rumah kita lalu melihat si suami melakukan semua pekerjaan rumah sementara kita diam saja. Bukan mustahil kita akan dipersalahkan sehingga citra kita pun menjadi negatif. Maka itu, kita perlu membiasakan sharing pekerjaan atau melengkapi kerjaan-kerjaan suami yang belum sempurna.
Seandainya kita sangat letih, perlu istirahat di kamar atau rebahan sambil menonton teve, kita perlu berbicara ke suami. Katakan padanya bahwa kita sangat lelah dan harus istirahat dulu. Dengan begitu suami pun dapat menilai bahwa sebenarnya kita tak menggantungkan semua pekerjaan kepadanya. Di situasi tertentu, ketika suami sedang letih misalnya sementara ia melihat istrinya tidur, bisa saja kerelaannya mengerjakan semua pekerjaan rumah sedikit terganggu. Dan tak mustahil kata-kata negatif meluncur. Dengan meminta izin untuk istirahat semua bisa berjalan lebih baik.
Baca Juga: Bila Mertua Selalu Ikut Campur Urusan Rumah Tangga Kita, Apa yang Harus Kita Lakukan?