Jangan Ribut, Lakukan Bersama-sama
Bagaimana jika kita dan pasangan sama-sama perfeksionis? Dua-duanya mau melakukan semua pekerjaan rumah karena berpendapat bahwa dialah yang paling mampu mengerjakannya. Suami ingin masak, istri pun ingin masak, suami ingin mencuci, istri pun ingin mencuci. Si istri merasa teritorinya di rumah terganggu sementara suami merasa bahwa ialah yang paling mampu melakukannya. Jika demikian, ada beberapa hal yang bisa diatur.
Pertama, suami/istri harus mundur sedikit dari pekerjaan yang akan mereka lakukan. Misalnya, tidak langsung mengerjakan tetapi melihat situasi apakah jika dikerjakan akan menimbulkan masalah atau tidak, seperti kemarahan suami/istri. Langkah mundur ini diharapkan ada semacam cooling down dari masing-masing pihak sehingga kemudian keluar solusi yang baik, bekerja bersama misalnya.
Kedua, istri/suami harus menjaga lidah. Jangan sampai keluar kata-kata yang tidak enak didengar. Sebab dari perkataan bisa muncul pertengkaran yang lebih hebat. Lebih baik kita diam sambil terus mencari solusi terbaik sehingga tak berlanjut kepada perseteruan yang serius.
Ketiga, sebaiknya cari cara bagaimana kita bisa mengerjakannya secara bersama-sama. Memasak daging sapi misalnya, suami yang memotong-motong dan istri yang membumbui. Suami yang menggoreng, istri yang menatanya di piring. Begitu seterusnya. Tentu hal ini akan jauh lebih baik daripada memaksakan kehendak untuk melakukan sendiri dan menganggap bahwa ialah yang paling berhak atau paling baik pekerjaannya.