lifestyle

Bila Mertua Selalu Ikut Campur Urusan Rumah Tangga Kita, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Sabtu, 20 Juli 2024 | 23:40 WIB
Menantu dan Mertua (Andrea Piacquadio)

SMARTPARENT.ID Setelah menikah kita berhak mengurus rumah tangga sendiri tanpa campur tangan pihak lain termasuk mertua/orangtua. Mulai dari menata rumah, mengasuh anak, mengatur keuangan, pendidikan anak, dan lainnya. Tetapi banyak mertua/orangtua tak menyadari posisinya, mereka kerap tak bisa menahan diri untuk ikut campur ke dalam urusan rumah tangga anak. Bahkan tak tanggung-tanggung mengambil keputusan, sampai meminta anaknya untuk menceraikan pasangannya.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Rhinosinusitis yang Membuat Flu Tak Kunjung Sembuh

Minta Pasangan untuk Tegas

Jika pasangan kita merupakan anak kesayangan orangtua, kemungkinan orangtuanya mencampuri urusan rumah tangga kita bisa lebih besar. Bisa karena pasangan kita anak bungsu, anak paling penurut di keluarga, atau pemberi nafkah orangtua. Apalagi, dengan berbagai alasan, ia sudah tak merasa “sreg” dengan kita. Rumah tangga akan semakin “runyam” jika pasangan tidak bisa tegas. Ia bilang tidak menyetujui sikap orangtuanya tetapi tidak memberikan kejelasan sikap, mengaku tak setuju dengan orangtuanya tetapi kerap membela.

Karena itu kita berhak meminta pasangan untuk bersikap tegas. Alasannya, ia adalah pasangan hidup yang secara penuh telah bersedia mendampingi kita sehidup semati. Komitmennya terhadap keluarga harus jelas, yakni mendahului kepentingan keluarga tapi tetap harus menghormati dan menghargai orangtuanya. Seperti, memberikan rasa nyaman kepada pasangan dengan menjelaskan bahwa ia tetap menyayangi dan tak akan mematuhi tuntutan orangtuanya bercerai, berusaha lepas dari pengaruh orangtuanya, bersikap bijak kepada pasangan maupun orangtuanya, dan berkomitmen untuk menjaga keharmonisan keluarga.

Ketegasan menuntut sikap pasangan sangat diperlukan supaya keharmonisan rumah tangga terjaga dengan baik. Sebab jika dalam mengambil keputusan pasangan dipengaruhi orangtuanya rumah tangga kita akan rusak. Keputusan di dalam rumah adalah urusan kita dengan pasangan, bukan urusan pasangan dengan orangtuanya. Jika ia memutuskan sesuatu selalu atas perintah orangtuanya berarti ia tidak menghargai pasangannya.

 Baca Juga: Kiat Bagi Pasutri, ini Kiat Pakai Kondom Agar Dapat Cegah Kehamilan

Ini 5 Langkah yang Harus Dilakukan

Selain meminta ketegasan pasangan, kita pun perlu melakukan langkah-langkah tepat supaya konflik antara kita dengan mertua tak memburuk. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kita praktekkan.

1. Buktikan dengan Cinta

Kita harus bertanya pada diri kita dan pasangan, apakah kita saling mencitai? Jika ya maka kita harus menjaga cinta itu, memelihara, memupuk, dan membuktikan kepada orang lain bahwa dengan landasan cinta kita bisa menjalani rumah tangga dengan baik. Cinta ini tak hanya kepada pasangan tetapi juga kepada anak, rumahtangga, pola pengasuhan, dan lainnya. Biasanya cinta akan menjadi sebuah kekuatan besar yang mampu memotivasi kita untuk melakukan yang terbaik buat keluarga.

2. Jangan Mengubah Mertua

Jangan melawan dan menyerang mertua dengan tujuan untuk mengubah pandangan mereka lewat perkataan apalagi perbuatan fisik. Prinsip psikologi, ketika kita ingin mengubah orang lain maka jangan harapkan orang lain yang berubah. Ubahlah diri kita untuk menciptakan hubungan harmonis maka orang lain akan ikut berubah bersama kita. Dimulai dengan mengubah perilaku kita yang mungkin dipandang negative seperti gaya bicara blak-blakan, terbuka dan kasar, menjadi sopan, teratur, lembut, dan perlahan.

3. Jangan dipikirkan

Halaman:

Tags

Terkini