Fokuskan pemikiran kita ke urusan rumah tangga, mengasuh dan mendidik anak. Jangan terlalu dipikirkan apa yang dikatakan orangtua atau mertua. Kita kan sudah tinggal terpisah dari orangtua maka kita tidak boleh terusik dengan hal-hal yang merusak hubungan kita dengan pasangan.
4. Bersikap Terbuka
Kita harus bersikap saling terbuka. Permasalahan yang kita atau ia hadapi diungkap bersama dan cari solusinya bersama. Sehingga masing-masing tahu apa yang sedang dirasakan. Dengan begitu permasalahan bisa clear. Tidak malah didiamkan begitu saja yang akan menambah beban permasalahan keluarga.
5. Mengatur Intensitas Pertemuan
Di dalam masa konflik sebaiknya atur dengan baik intensitas pertemuan. Mungkin jangan terlalu sering bertemu karena bisa memicu munculnya permasalahan. Pertemuan bisa diatur apakah sebulan atau beberapa bulan sekali dengan memanfaatkan acara perkumpulan keluarga atau yang lainnya. Kala bertemu bersikaplah baik, tunjukkan keharmonisan kita dengan pasangan dan anak-anak. Jika kesempatan memungkinkan ajak mertua berdiskusi tentang aturan yang dirasakan memberatkan dan mana yang tidak, pendapat yang sesuai dan yang tidak. Jika kita memiliki argumen tepat sementara mertua tak memahami, ungkapkanlah sebaik mungkin sehingga ia mengerti.
Baca Juga: Benarkah Hubungan Harmonis Antara Suami dan Istri Berpengaruh Terhadap Anak?