SMARTPARENT.ID - Studi terbaru dari Health Collaborative Center (HCC) mengungkap tingginya angka mom shaming di Indonesia
- Prevalensi Mom Shaming sekitar 72% ibu responden yang disurvei mengaku pernah menjadi korban mom shaming, terutama secara langsung dari keluarga, kerabat, dan lingkungan tempat tinggal
- Ibu yang mengalami mom shaming maka 2 kali lebih besar berisiko terganggu pola pengasuhan anaknya atau parenting
- Peran Media Sosial sebagai Sumber Mom Shaming justru hanny 6 %
Baca Juga: Berisiko Sebabkan Depresi, Temuan Studi HCC 7 dari 10 Ibu di Indonesia Alami Mom-Shaming
- Ibu Rumah Tangga 6 kali lebih berisiko mengalami mom shaming
- Hanya 11% ibu Indonesia yang diwakili responden studi ini yang mendapatkan pertolongan tenaga konselor atau psikolog
- 65% ibu yang mengalami mom shaming merasa malu dan menarik diri dari interaksi social
Studi ini merupakan rangkaian penelitian dari kajian literatur, uji instrumen menggunakan Mott Children Hospital USA, University of Michigan kuesioner yang telah divalidasi dan mencakup lebih dari 800 ibu responden, dengan internal kepercayaan 95 persen.
Baca Juga: Perlu Disimak! 6 Cara Untuk Mengetahui Kehidupan Anak di Sekolah
Sebelum survei studi ini telah melalui kajian sistematik review mendalam sejak Maret 2024.
HCC menyimpulkan bahwa tingginya prevalensi mom shaming ini menandakan bahwa wilayah proteksi ibu terkesan kurang optimal, sebaliknya malah keluarga menjadi actor perlakuan Mom-Shaming sehingga perlu dimitigasi.
Salah satunya dengan optimalkan edukasi dan narasi kritik pengasuhan menjadi berorientasi dukungan.
Baca Juga: Kurangi Konsumsi Gula dan Garam, Ini Efek Bila Berlebihan