SMARTPARENT.ID - Kementerian Kesehatan RI menyoroti tren yang cukup mengkhawatirkan, yaitu meningkatnya kasus diabetes pada usia muda yang berujung pada kenaikan angka gagal ginjal di Indonesia. Masalah ini bukan hanya berdampak pada kesehatan individu, tapi juga memberi tekanan besar pada sistem pembiayaan kesehatan nasional.
Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa hasil dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan diabetes kini semakin banyak ditemukan pada usia produktif. Bahkan, kasus sudah mulai muncul di usia 28–29 tahun dalam bentuk pra-diabetes hingga diabetes, dan cukup banyak ditemukan pada usia sekitar 35 tahun.
Penyakit Ginjal Diabetik pada Anak dan Remaja
Diabetes, terutama tipe 1 namun kini tipe 2 juga makin sering, cukup banyak terjadi pada anak dan remaja. Meski kerusakan ginjal berat biasanya baru terlihat saat dewasa, perubahan awal sebenarnya sudah bisa terjadi sejak 1,5 sampai 5 tahun setelah diabetes muncul. Hal ini terlihat dari pemeriksaan jaringan ginjal yang menunjukkan adanya perubahan struktur sejak dini.
Tanda paling awal gangguan ginjal akibat diabetes biasanya berupa peningkatan kadar albumin dalam urin. Kondisi ini sering muncul sejak masa anak-anak atau remaja, sehingga sebenarnya ada peluang besar untuk mendeteksi dan menangani lebih awal sebelum penyakit berkembang lebih jauh.
Berbagai penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa penyakit ginjal diabetik bukan hanya komplikasi biasa, tapi juga menjadi penanda kelompok pasien dengan risiko kematian lebih tinggi. Karena itu, deteksi dini, pencegahan, dan penanganan yang tepat menjadi sangat penting.
Pada diabetes tipe 2 yang muncul di usia muda, kondisinya cenderung lebih agresif. Penyakit berkembang lebih cepat dan sering disertai berbagai faktor risiko lain, meski pemahaman detail tentang mekanisme dan penanganannya masih terus diteliti.
Gambaran Umum dan Perkembangan Penyakit
Diabetes termasuk penyakit kronis yang cukup sering dialami anak dan remaja. Dalam beberapa dekade terakhir, jumlah kasus terus meningkat, terutama karena naiknya angka obesitas yang mendorong munculnya diabetes tipe 2 pada usia muda.
Komplikasi jangka panjang diabetes, terutama kerusakan ginjal, menjadi penyebab utama meningkatnya risiko kematian. Bahkan, sebagian besar kasus kematian pada penderita diabetes berkaitan dengan adanya gangguan ginjal.
Perjalanan penyakit ginjal diabetik biasanya dimulai dari peningkatan kadar albumin dalam urin (mikroalbuminuria), lalu berkembang menjadi kondisi yang lebih berat (makroalbuminuria), hingga akhirnya terjadi penurunan fungsi ginjal secara bertahap dan berujung pada gagal ginjal tahap akhir.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kondisi ini tidak selalu berjalan lurus. Pada beberapa kasus, peningkatan albumin bisa kembali normal, terutama jika kadar gula darah dan tekanan darah terkontrol dengan baik. Artinya, pada tahap awal, kerusakan masih bisa diperbaiki.
Tantangan Deteksi pada Anak
Mendeteksi gangguan ginjal pada anak tidak selalu mudah. Salah satu alasannya karena protein dalam urin pada anak sering kali disebabkan oleh kondisi ringan dan sementara, seperti kelelahan, demam, atau dehidrasi.