Selain itu, penggunaan batas nilai yang sama untuk semua anak bisa menimbulkan salah interpretasi, karena setiap anak memiliki kondisi tubuh yang berbeda, termasuk usia, ukuran tubuh, dan jenis kelamin.
Perubahan pada Ginjal
Kerusakan ginjal akibat diabetes dimulai dari perubahan kecil, seperti penebalan lapisan ginjal dan peningkatan jaringan di dalamnya. Seiring waktu, kondisi ini bisa berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius, termasuk jaringan parut dan penurunan fungsi ginjal.
Proses ini dipicu oleh kadar gula darah tinggi yang memengaruhi berbagai jalur di dalam sel, termasuk peningkatan stres oksidatif dan gangguan fungsi energi sel. Namun, mekanisme pastinya masih terus diteliti karena ada beberapa teori yang berbeda.
Faktor Risiko
Beberapa faktor yang dapat mempercepat terjadinya penyakit ginjal diabetik pada anak dan remaja antara lain:
- Kadar gula darah yang tidak terkontrol
- Tekanan darah tinggi
- Kadar kolesterol dan lemak darah yang tinggi
- Obesitas
- Kebiasaan merokok
- Riwayat keluarga dengan penyakit ginjal
Pengendalian gula darah yang baik terbukti mampu menurunkan risiko kerusakan ginjal secara signifikan.
Diabetes Tipe 2 pada Usia Muda: Lebih Agresif
Diabetes tipe 2 yang muncul di usia muda sering kali disertai kondisi lain seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan gangguan lemak darah. Dibandingkan tipe 1, kondisi ini cenderung lebih berat dan berkembang lebih cepat.
Remaja dengan diabetes tipe 2 juga lebih sering mengalami komplikasi sejak awal, termasuk tanda-tanda kerusakan ginjal dan gangguan jantung. Selain itu, pengendalian penyakit pada kelompok ini sering kali lebih sulit, bahkan dengan pengobatan yang sudah optimal.
Akibatnya, risiko kematian bisa terjadi lebih cepat, dengan harapan hidup yang lebih pendek dibandingkan penderita diabetes tipe 1.
Meningkatnya kasus diabetes di usia muda menjadi sinyal serius yang tidak bisa diabaikan. Dampaknya tidak hanya pada kualitas hidup, tapi juga risiko komplikasi berat seperti gagal ginjal.
Yang sering luput disadari, kerusakan ginjal sebenarnya sudah mulai sejak awal penyakit, bahkan saat gejalanya belum terasa. Karena itu, deteksi dini dan pengelolaan yang tepat sejak usia muda jadi kunci untuk mencegah kondisi yang lebih parah di kemudian hari.***
Referensi: