- Nomor Moms atau Dads
- Dokter anak
- Rumah sakit terdekat
- Siapkan Perlengkapan Darurat
Pastikan obat-obatan darurat, seperti epinefrin dan antihistamin, selalu tersedia. Simpan di tempat yang mudah dijangkau dan beri tahu lokasi penyimpanannya kepada orang lain.
Format Rencana Darurat yang Mudah Dipahami
Moms bisa menggunakan format tabel atau poin-poin sederhana agar mudah diikuti. Berikut contoh formatnya:
Rencana Darurat Alergi Makanan untuk [Nama Anak]
Alergen: [Contoh: kacang tanah, susu, telur]
Gejala yang Muncul:
- Ringan: [Gatal, ruam, hidung berair]
- Berat: [Kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, pingsan]
Tindakan:
- Hentikan paparan alergen segera.
- Berikan [nama obat], dosis: [contoh: 0,15 mg untuk epinefrin].
- Hubungi nomor darurat: [contoh: 112 atau 119].
- Pantau anak hingga bantuan medis datang.
Nomor Darurat:
- Moms/Dads: [Nomor telepon]
- Dokter anak: [Nomor telepon]
- Rumah sakit: [Nama dan nomor telepon]
Baca Juga: Jaga Kebersihan Dapur dan Peralatan Masak: Cara Efektif Hindari Alergi Makanan pada Anak
Ajarkan Rencana Ini kepada Anak
Anak-anak juga perlu tahu bagaimana menghadapi situasi darurat, terutama jika mereka sudah cukup besar untuk memahami alerginya.
- Kenali Gejala di Tubuh Sendiri
Ajarkan anak untuk memberi tahu orang dewasa jika mereka merasa gatal, mual, atau tidak nyaman setelah makan. - Berani Menolak Makanan
Latih anak untuk mengatakan “tidak” dengan sopan jika ditawari makanan yang mereka tidak yakin aman. - Minta Pertolongan Segera
Jelaskan kepada anak bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, tetapi cara untuk melindungi diri mereka sendiri.
Simulasi Situasi Darurat
Melakukan simulasi sederhana bisa membantu semua orang lebih siap menghadapi alergi makanan. Ajak guru, pengasuh, dan anak untuk berlatih langkah-langkah berikut:
- Cara mengenali gejala.
- Menggunakan epinefrin auto-injector.
- Menghubungi nomor darurat.