Paula juga berpesan kepada para tamu dan orang tua yang hadir untuk memprioritaskan kesehatan mata anak-anak mereka.
"Anak-anak adalah aset masa depan kita. Menjaga penglihatan mereka berarti memberi mereka peluang terbaik untuk melihat dunia dengan jelas dan belajar tanpa hambatan."
Selain itu, grand opening VIO di Sunter ini dihadiri oleh beberapa komunitas momfluencer yang anak-anaknya mengalami masalah mata minus dan silinder.
Baca Juga: Erythroblastosis Fetalis, Penyakit pada Bayi yang Lahir dari Pasangan dengan Konflik Rhesus
VIO Optical Clinic cabang ke-12 di Sunter Jakarta Utara kini menyediakan solusi untuk gangguan penglihatan anak pasca pandemi, seperti Myopia Control Management, yang membantu orang tua dalam mengelola perkembangan mata minus dan silinder pada anak.
Selain Myopia Control Management, layanan vision therapy di VIO Optical Clinic Sunter ini juga menyediakan pemeriksaan mata lengkap dan pendeteksian dini penyakit mata, terapi mata malas, terapi mata juling, pemeriksaan buta warna, dan masih banyak lagi.
Tak hanya itu, kacamata dan lensa kontak yang tersedia di VIO Optical Clinic Sunter ini memiliki fungsi khusus sebagai terapi yang bisa mengoreksi dan memperbaiki penglihatan mata pasien menjadi lebih baik dari sebelumnya.
“Aku senang sekali, akhirnya VIO bisa buka di Sunter, dekat dengan rumahku. Sebelumnya aku dan anakku datang ke VIO yang cabangnya di Harapan Indah untuk konsultasi tentang Ortho K, terapi yang bisa menurunkan mata minus anak aku.
Nah, pas banget sekarang buka di Sunter, jadi kalau check up terapi gak harus jauh-jauh ke Bekasi.” Ujar Rani, salah satu orang tua pasien VIO Optical Clinic saat menghadiri grand opening VIO di Sunter.
Solusi gangguan penglihatan yang disebabkan oleh fenomena Myopia Booming pada anak-anak dapat ditangani melalui Myopia Control Management yang tersedia di VIO Optical Clinic - Sunter.
Salah satu metode penanganannya adalah dengan Terapi Ortho-K, atau Orthokeratology, yaitu metode koreksi penglihatan non-bedah menggunakan lensa kontak khusus yang dipakai selama tidur.
Lensa ini perlahan-lahan membentuk kembali permukaan kornea, sehingga ketika lensa dilepas di pagi hari, pasien dapat melihat dengan jelas tanpa perlu menggunakan kacamata atau lensa kontak sepanjang hari.
Baca Juga: PrimaKu, Inovasi Parenting Berbasis Teknologi untuk Masa Depan Anak Indonesia
Terapi ini terbukti efektif dan sudah teruji klinis dalam menghambat perkembangan rabun jauh atau mata minus pada anak-anak dan remaja, sehingga dapat mengurangi risiko peningkatan mata minus yang lebih parah di masa depan.
Artikel Terkait
Mainan Bayi untuk Mengasah Motorik, Panduan Meningkatkan Perkembangan Anak
Tahap Perkembangan Emosi Anak, Ini yang Perlu Dipahami
Tahap Perkembangan Sosial Anak, Ini Penting Dilakukan Orangtua
Mau Tubuh Anak Sehat? Pastikan Ia Cukup Tidur
5 Langkah Efektif Agar Anak Tidak Tidur Larut Malam
PrimaKu, Inovasi Parenting Berbasis Teknologi untuk Masa Depan Anak Indonesia