Peluncuran Rencana Kanker Nasional, A2KPI Minta Tindak Lanjut RAN Kanker Payudara untuk Pengendalian Lebih Optimal

Photo Author
Saeful Imam, Smart Parent
- Jumat, 1 November 2024 | 09:09 WIB
“Hingga saat ini, kanker payudara masih  menjadi jenis kanker terbanyak no 2 di kalangan perempuan di Indonesia
“Hingga saat ini, kanker payudara masih menjadi jenis kanker terbanyak no 2 di kalangan perempuan di Indonesia

A2KPI menyatakan kesiapan penuh untuk berperan dan terlibat secara aktif dalam penyusunan RAN Kanker Payudara, memastikan bahwa rencana ini selaras dengan kebutuhan pasien dan dapat diimplementasikan secara efektif.Samantha Barbara, Dewan Penasehat Lovepink Indonesia menegaskan,

“Tujuan utama dari upaya penanggulangan kanker payudara adalah untuk memberikan hasil penanganan yang lebih baik bagi pasien.

Baca Juga: Pentingnya Rutinitas Tidur bagi Anak Balita dan Tips Membuatnya

Oleh karena itu, pasien adalah pemangku kepentingan kunci dalam penyusunan dan implementasi RAN Kanker Payudara.

Untuk pasien, bersama pasien.” Sebagai penutup, A2KPI menegaskan kembali bahwa penanganan kanker payudara adalah upaya yang kompleks dan membutuhkan kolaborasi lintas sektoral antara Pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

Selain menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, atas peluncuran

Baca Juga: Mengenali Tanda-Tanda Balita Siap untuk Potty Training

"Rencana Kanker Nasional 2024- 2034" sebagai langkah strategis dalam memerangi kanker, A2KPI juga mendorong agar implementasi, pengawasan (monitoring), dan evaluasi dari rencana ini dapat segera dilakukan, melalui penyusunan “Rencana Aksi Nasional (RAN) Kanker Payudara” yang selaras dengan target WHO-GBCI dan didukung pendanaan yang memadai.

Selanjutnya, A2KPI siap berperan aktif dalam penyusunan RAN ini, sesuai dengan peran masing-masing LSM dan komunitas pemerhati kanker.

Melalui sinergi ini, A2KPI berkomitmen untuk terus mensosialisasikan, mengedukasi, dan mendorong deteksi dini dan skrining kanker payudara, untuk pencegahan dan pengendalian yang lebih baik di Indonesia

Halaman:

Editor: Saeful Imam

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X