SMARTPARENT.ID - Menjadi seorang ibu adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan suka dan duka.
Di tengah kebahagiaan dan cinta yang melimpah, tak jarang para ibu dihadapkan dengan berbagai rintangan dan penilaian.
Salah satu yang paling sering terjadi adalah mom shaming, sebuah peristiwa di mana seorang ibu dikritik, dihakimi, bahkan dipermalukan atas cara mereka mengasuh anak.
Baca Juga: 97 Mahasiswa Politeknik Terbang ke Prancis Melalui Program IISMA
Mom shaming dapat terjadi di mana saja, mulai dari percakapan sehari-hari dengan keluarga dan tetangga, hingga di ruang virtual media sosial.
Dampaknya pun tak main-main, mulai dari rasa cemas, insecure, hingga depresi pada para ibu.
Menurut Health Collaborative Centre, Mom Shaming adalah tindakan mengkritik atau
mempermalukan seorang ibu terkait cara dia membesarkan anaknya.
Saat terkena bully, ibu jangan diam.
Tindakan yang bisa dilakukan salah satunya dengan mengabaikan bullyan itu, utamanya saat bully itu terjadi di media sosial.
Baca Juga: Ternyata ini Topik Mom Shaming Terbanyak, Salah Satunya Selalu Disalahkan Saat Anak Sakit
Lain halnya bila tindakan bully itu terjadi di rumah oleh orang terdekat, ibu harus bisa melakukan tindakan asertif, mengemukakan alasan tindakannya kepada orang terdekat.
Atau, bisa juga melawan dengan mengemukakan kenapa pengasuhan ibu dilakukan, juga sumber yang bisa dijadikan acuan.
Sementara rekomendasi dari HCC antara lain:
• Tingginya prevalensi atau angka kejadian Mom-Shaming di Indonesia perlu mendapat perhatian dalam aspek edukasi dan redefinisi konsep Mom- Shaming yang memadai
Artikel Terkait
Manfaat Apel Bagi Ibu Hamil, Bikin Tubuh Sehat dan Tidak Mudah Sakit
Jangan Disepelekan, ini Manfaat Buah Kering untuk Ibu Hamil
Jaga Kecukupan Hidrasi, Ini Manfaat Lain Buah Naga untuk Ibu Hamil
Berisiko Sebabkan Depresi, Temuan Studi HCC 7 dari 10 Ibu di Indonesia Alami Mom-Shaming
Ternyata ini Dampak Mengerikan Mom Shaming pada Mental Ibu