buah-hati

Kelahiran Prematur, Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Senin, 9 Desember 2024 | 13:54 WIB
Kelahiran prematur adalah kondisi di mana bayi dilahirkan sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. (jonathan borba/pexels)

SMARTPARENT.ID - Kelahiran prematur adalah kondisi di mana bayi dilahirkan sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Sebagai perbandingan, kehamilan normal biasanya berlangsung sekitar 40 minggu. Bayi yang lahir prematur sering kali menghadapi berbagai tantangan kesehatan, karena organ-organ mereka belum sepenuhnya berkembang. Artikel ini akan membahas secara rinci tentang kelahiran prematur, termasuk gejalanya, penyebab, dan bagaimana cara menanganinya.

Apa Itu Kelahiran Prematur?

Kelahiran prematur, juga dikenal sebagai persalinan prematur, terjadi ketika bayi lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Bayi yang lahir prematur memiliki berbagai risiko kesehatan, tergantung pada seberapa dini kelahiran terjadi. Prematuritas dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan usia kehamilan saat kelahiran:

  1. Prematuritas sangat dini: Lahir sebelum 28 minggu.
  2. Prematuritas moderat hingga berat: Lahir antara 28–32 minggu.
  3. Prematuritas ringan: Lahir antara 32–37 minggu.

Bayi yang lahir prematur sering membutuhkan perawatan khusus, seperti di ruang perawatan intensif bayi baru lahir (NICU), untuk membantu mereka mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Baca Juga: Destinasi Seru Keluarga di Cibubur: Timezone Living World Kota Wisata Resmi Dibuka!

Gejala Kelahiran Prematur

Ada beberapa tanda yang dapat menunjukkan bahwa seorang ibu berisiko melahirkan prematur. Beberapa gejala umum meliputi:

  1. Kontraksi Teratur: Jika kontraksi datang lebih sering dari biasanya, misalnya setiap 10 menit atau lebih cepat, ini bisa menjadi tanda persalinan prematur.
  2. Perubahan Pada Serviks: Serviks yang membuka atau menipis sebelum waktunya bisa menjadi tanda bahwa persalinan prematur akan terjadi.
  3. Pendarahan atau Cairan yang Keluar dari Vagina: Pendarahan atau keluarnya cairan dari vagina bisa menjadi tanda kelahiran prematur.
  4. Nyeri Punggung Bawah: Nyeri punggung bawah yang datang dan pergi bisa menjadi tanda persalinan prematur.
  5. Tekanan pada Panggul: Rasa tekanan atau rasa berat pada panggul dapat menandakan kelahiran prematur.
  6. Kehilangan Berat Badan yang Tidak Normal: Kehilangan berat badan atau tidak bertambahnya berat badan yang cukup selama trimester ketiga bisa menjadi indikasi kelahiran prematur.

Jika ibu hamil mengalami gejala-gejala ini, penting untuk segera menghubungi dokter atau pergi ke rumah sakit untuk evaluasi lebih lanjut.

Penyebab Kelahiran Prematur

Kelahiran prematur dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang dapat mempengaruhi jalannya kehamilan. Beberapa penyebab utama kelahiran prematur meliputi:

  1. Faktor Medis Ibu

Beberapa kondisi medis pada ibu bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur, di antaranya:

  • Infeksi: Infeksi saluran kemih, infeksi vagina, atau infeksi lain yang tidak diobati bisa memicu persalinan prematur.
  • Preeklampsia: Kondisi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kerusakan pada organ, yang dapat memicu kelahiran prematur.
  • Diabetes: Diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur.
  • Penyakit Jantung atau Ginjal: Penyakit jantung atau ginjal kronis dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur.
  1. Kondisi Kehamilan
  • Kehamilan Kembar: Kehamilan dengan dua atau lebih janin memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan prematur.
  • Masalah dengan Plasenta: Plasenta yang terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya atau masalah lain dengan plasenta bisa menyebabkan kelahiran prematur.
  • Penyakit atau Cedera pada Rahim: Beberapa kelainan rahim, seperti rahim yang berbentuk tidak normal atau adanya bekas luka pada rahim akibat operasi sebelumnya, bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Baca Juga: Cerita Patricia Gouw Sebagai New Mom Gunakan Tropee Bebe Eyebrow Serum : 'Manfaatnya Luar Biasa'

  1. Faktor Gaya Hidup
  • Merokok dan Alkohol: Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol selama kehamilan dapat merusak perkembangan janin dan meningkatkan risiko kelahiran prematur.
  • Stres Fisik dan Emosional: Stres yang tinggi, baik secara fisik maupun emosional, bisa menjadi pemicu kelahiran prematur.
  • Kurang Gizi: Kekurangan nutrisi penting selama kehamilan, seperti asam folat dan zat besi, bisa berkontribusi pada kelahiran prematur.
  1. Faktor Usia dan Riwayat Keluarga
  • Usia Ibu yang Sangat Muda atau Tua: Ibu yang hamil pada usia yang sangat muda (di bawah 17 tahun) atau di atas 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan prematur.
  • Riwayat Kelahiran Prematur: Wanita yang sebelumnya melahirkan bayi prematur lebih berisiko untuk mengalaminya lagi pada kehamilan berikutnya.

Penanganan Kelahiran Prematur

Penanganan kelahiran prematur bergantung pada usia kehamilan dan kondisi bayi. Jika kelahiran prematur terjadi, langkah-langkah yang diambil dapat bervariasi. Berikut adalah beberapa pendekatan penanganan yang umum dilakukan:

Halaman:

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB