SMARTPARENT.ID - Hirschsprung adalah kondisi bawaan di mana sebagian usus bayi tidak memiliki sel saraf yang diperlukan untuk mengontrol pergerakan usus.
Ini menyebabkan gangguan serius pada sistem pencernaan bayi, mengakibatkan sembelit kronis dan penyumbatan usus.
Penyakit ini pertama kali dideskripsikan oleh dokter anak asal Denmark, Harald Hirschsprung, pada akhir abad ke-19.
Baca Juga: Apakah Kalau Sudah Gunakan Kondom Masih Bisa Tetap Hamil?
Penyebab Hirschsprung
Penyebab utama Hirschsprung adalah tidak adanya sel ganglion pada bagian distal usus besar.
Sel ganglion ini bertanggung jawab untuk mengatur pergerakan usus.
Ketika sel ini tidak ada, otot usus tetap dalam keadaan tegang dan tidak dapat rileks, menyebabkan penyumbatan usus.
Baca Juga: 10 Pilihan Minuman Sehat Terbaik Bagi Ibu Hamil, Salah Satunya Air Kelapa Hijau
Hirschsprung biasanya terjadi selama perkembangan janin di dalam rahim dan bisa dipengaruhi oleh faktor genetik.
Gejala Hirschsprung pada Bayi
Gejala Hirschsprung biasanya muncul segera setelah bayi lahir, meskipun dalam beberapa kasus dapat muncul beberapa bulan kemudian.
Beberapa gejala umum meliputi:
1. Tidak buang air besar dalam 48 jam pertama setelah lahir Ini adalah tanda paling umum dan penting.