buah-hati

Aku Tidak Mau Pergi ke Dokter!

Minggu, 30 Juni 2024 | 21:59 WIB
Anak Periksa ke Dokter (CDC on Unsplash)

SMARTPARENT.ID Anak takut diajak ke dokter? Ini adalah permasalahan yang wajar dan sering terjadi pada anak-anak kita. Cobalah tanyakan ke mereka, apakah mereka mau diajak ke dokter? Mungkin hampir setiap anak akan menggelengkan kepalanya meskipun beberapa di antara mereka akan ikut dengan sukarela.

Cari Tahu Penyebabnya Lalu Atasi Sesuai Masalah

Penyebab kenapa anak seringkali sulit atau takut diajak ke dokter, adalah hal-hal yang umumnya sering tidak disadari oleh orang tua maupun dokter, yakni ketidaknyamanan si anak saat berada di ruang praktik.

Berikut adalah beberapa penyebabnya

* Anak Mengalami Trauma

Banyak kejadian yang dialami saat berada di ruang dokter, misalnya merasakan sakit saat disuntik, dipaksa untuk membuka baju, merasakan dinginnya stetoskop, harus membuka mulut, melihat alat-alat kedokteran yang asing buatnya, dan banyak lagi. Hal ini, terutama rasa sakit disuntik, dapat membuat anak mengalami trauma sehingga dia tidak mau lagi diajak ke dokter. Apalagi kita sering menakut-nakuti anak dengan menggunakan rasa sakit saat disuntik sebagai ancaman. “Awas kalau tidak mau makan nanti disuntik!” misalnya. Hal ini akan memupuk rasa takut anak dan membuatnya semakin enggan untuk datang ke dokter.

Yang harus dilakukan :

Buatlah suasana anak senyaman mungkin saat berada di ruangan dokter. Bila dia merasa tidak nyaman cobalah mengajaknya bicara tentang hal-hal yang menyenangkan. “Ini adalah ruangan dokter, dokter itu sangat baik dia akan mengobati sakit perut kamu!” “Lihat, warna dindingnya putih seperti warna di kamar mandi kita ya!” misalnya. Buatlah anak merasa tidak sendirian berada di ruangan tersebut tetapi dia berada di sisi orang tuanya yang selalu siap melindunginya. Bila perlu, belailah rambut, bahu, tangan, atau bagian tubuh manapun sehingga rasa takutnya tidak muncul dengan kuat. Bila memang kita sudah menduga sebelumnya, bawalah mainan kesukaan anak, entah mobil-mobilan, boneka, pistol, atau apapun. Biarkan anak menggenggam atau memainkan mainannya tersebut sehingga dia bisa merasa lebih nyaman.

* Takut Seragam Dokter

Umumnya, warna seragam dokter adalah putih dengan model yang sangat resmi. Pada beberapa anak, seragam seperti tidak menarik, asing, dan terkesan kaku sehingga membuat banyak anak merasa tidak nyaman berada di dekatnya. Apalagi kostum seperti itu jarang sekali ditemui anak sehari-hari sehingga dia tidak merasa familiar.

Yang sebaiknya dilakukan:

Tentu, si dokter harus mengubah kostumnya agar terlihat lebih familiar di depan anak. Mungkin dengan memilih stelan-stelan yang cerah dan berwarna lembut. Namun terkadang agak sulit mencarinya karena masih banyak praktek dokter yang masih berseragam putih-putih, terutama di rumah sakit yang mengharuskannya memakai seragam itu. Namun setidaknya, kita bisa mengambil langkah untuk memilih tempat praktek dokter manakah yang memakai kostum familiar dengan anak. Mungkin agak sulit, selain jarang juga seringkali kita terdesak untuk berobat secepatnya. Namun setidaknya hal ini sudah terpikirkan oleh kita.

Baca Juga: Kenapa Balita Suka Memukul Orangtuanya? Ini Jawabannya

 

Halaman:

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB