- Gerakan Motorik
Bayi sudah bisa melakukan; mengangkat tangan (8 bulan), melambaikan tangan (9 bulan), melakukan gerakan kiss by (9 bulan), bertepuk tangan (10 bulan). Lakukan gerakan-gerakan tersebut sesuai usia kemampuannya, untuk merangsang kemampuan motoriknya. Berikan ia benda-benda yang memiliki kontur berbeda untuk merangsang indra perabanya. Ia akan mengenal mana benda kasar, halus, licin dari benda yang dipegangnya.
- Peniruan Ekspresi Emosi
Di usia 9 bulan bayi sudah bisa menirukan ekspresi senang, marah, lucu, dan lainnya. Ajak bayi bermain sambil menunjukkan wajah senang, lucu, ekpresi marah, sedih, dan lainnya. Bayi pun bisa meniru ekspresi yang kita tunjukkan. Ibu yang mudah menangis umumnya bayi akan mudah menangis, Ayah yang suka marah-marah, umumnya bayi pun mudah marah.
- Peniruan Objek
Di usia 7 bulan, bayi mulai bisa meniru perilaku. Seperti memasukkan bola ke keranjang. Di usia 8-12 bulan, bayi mulai bisa meniru hal yang lebih kompleks seperti membenturkan mainan, memencet tombol keyboard komputer, dan lainnya. Berikan kebebasan pada bayi untuk lebih banyak melakukan berbagai gerakan lewat contoh-contoh. Dengan begitu kemampuannya akan semakin berkembang.
Baca Juga: Waspadai Bahaya Efek Samping Obat Antibiotik, Begini Dampaknya
Jangan Keburu Panik Jika Bayi Tak Meniru
Beberapa bayi mungkin tak mampu meniru. Misalnya, di usia 7 bulan seharusnya sudah bisa meraih mainan. Namun hingga usia 10 bulan bayi belum bisa melakukannya. Mungkin bayi kurang mendapat stimulasi, solusinya stimulasi lebih sering.
Atau mungkin ada gangguan pada organ tumbuh kembang bayi, misalnya sistem motoriknya terganggu karena ada gangguan di pertumbuhan otaknya. Untuk hal ini kita perlu berkonsultasi dengan ahli seperti dokter dan psikolog..
Meskipun ada tanda-tanda keterlambatan, sebaiknya tak perlu panik selama dia bisa menjaga kontak dan menggunakan bahasa isyarat (body language) saat berkomunikasi dengan kita. Karena mungkin saja sebenarnya si bayi normal namun hanya perlu waktu lebih lama dalam perkembangannya.