buah-hati

Hayo, Ayah yang mudah Marah akan Membentuk Bayi yang Mudah Marah

Sabtu, 27 April 2024 | 20:03 WIB
Ayah bermain bersama bayi (Irfan Hasuki)

Smartparent.id Moms, tahukah kalau sejak bayi, si kecil sudah mulai merasakan situasi emosional di lingkungannya? Situasi dimana perilaku moms atau ayah baik-baik saja atau tidak.
Misalnya, ayah yang suka membentak, berperilaku kasar, berekspresi marah, itu bisa dirasakan bayi.

Tak mustahil hal ini akan membentuk pribadi bayi menjadi negatif, penakut misalnya. Atau bayi pun kelak akan mudah marah. Apalagi jika ayah menampilkan wajah kesal di depan bayi, ekspresi tak menyenangkan, menggerutu, bayi akan merasa tidak nyaman yang akan mengganggu perkembangan emosinya.

Buatlah Bayi Merasa Tentram

Situasi yang positif akan membangun dan mengembangkan emosi yang positif. Demikian pula situasi negatif akan membangun dan mengmbangkan emosi bayi ke arah yang negatif.

Diharapkan ayah dapat berlaku positif kala berada di dekat bayi. Hindariperilaku-perilaku negatif di atas sehingga pertumbuhan emosi anak tidak terganggu. Berikan perhatian yang cukup pada bayi seperti menggendong, membelai, mendekap, menyuapi makanan dengan wajah yang lembut. Mengajaknya berbicara, bermain, dan sebagainya dengan sikap yang menyenangkan.

Jika bayi merasa tentram dengan sikap ayahnya maka secara emosional bayi ikut merasa tenteram. Kualitas hubungan yang positif ini diyakini akan mempengaruhi proses perkembangan emosionalnya dan akan mempengaruhi keterampilan sosialnya nanti.

Baca Juga: Game Online Asyik, Tapi Gangguan Kesehatan Mata Mengintai

Secara Emosional Bayi Sudah Bisa Apa Aja Sih?

Perkembangan emosional bayi tumbuh seiring pertambahan usianya. Perlu hati-hati dalam berprilaku didepan bayi supaya perkembangan emosinya positif. Hindari marah, kesal, menggerutu, membentak, yang membuat bayi tidak nyaman. Berikut beberapa perkembangannya dilihat dari usianya.

- Usia 3 Bulan Mulai Menatap
Menginjak usia 3 bulan, bayi sudah mampu berinteraksi lewat tatap muka kepada orangtuanya. Bayi mulai belajar dari berbagai karakter yang dilihatnya, dia akan belajar banyak lewat pengamatan dan peniruan bagaimana mengungkap emosi. Nah, bila si ayah sering marah dan tampak enggan ketika diminta menggendong, si bayi yang mulai belajar memahami bentuk emosi orang di sekelilingnya pun akan ikut-ikutan menampakkan wajah marah.

Baca Juga: Sering Terkecoh! 30 Tanda-tanda Kehamilan yang Sering Diabaikan

- Usia 6 Bulan Mulai Berekspresi
Selanjutnya, di usia 6 - 8 Bulan, bayi sudah mulai bisa menampakkan ekspresi yang lebih jelas, seperti kesal, marah, sebal, dan sebagainya. Tentu, hal ini didapatnya melalui belajar dari berbagai ekspresi yang kerap ditemuinya. Tak hanya itu, bayi pun bisa menampakkan ekspresi takut bila ayahnya sering marah, cemburu, galak, dan sebagainya.

- Usia 9 Bulan Memahami Emosi Ayah
Lalu di usia 9-12 bulan, bila ayah menunjukkan ekspresi negatif seperti, sebal dan kesal, bayi pun mengetahui suasana hati ayahnya sedang tak bersahabat dan bayi cenderung menghindar dari ayahnya yang pada akhirnya bayi sulit untuk menemukan sosok seorang ayah, padahal seorang ayah yang penuh kasih sayang kehadirannya di samping bayi sangat dibutuhkan agar bayi tidak semata-mata kenal sosok ibu tetapi beberapa sosok yang lebih kompleks sehingga perkembangan kepribadiannya pun akan lebih matang.

Baca Juga: Waspada! DBD Sudah Memakan Korban, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB