buah-hati

TAK PERLU BINGUNG, INI 7 LANGKAH MUDAH MENSTIMULASI BAYI AGAR BISA MERANGKAK

Jumat, 19 April 2024 | 22:34 WIB
Kemampuan merangkak bayi memilliki banyak manfaat. salah satuyna koordinasi motorik

Smartparent. Di usia 8 bulan seharusnya bayi sudah bisa merangkak. Banyak manfaat yang bisa didapat, misalnya meningkatkan koordinasi otak kanan dan kiri yang penting untuk perkembangan motoriknya, meningkatkan  perkembangan visual, keseimbangan, kekuatan fisik, serta kemampuan berbahasa lewat interaksi yang dilakukan saat merangkak.

Mengingat begitu banyak manfaatnya, yuk lakukan stimulasi supaya bayi bisa merangkak tepat di tahapan usia perkembangan kemampuannya. Bagaimana caranya? Tak perlu Bingung, jika ia sudah bisa tengkurap, lakukan 7 langkah ini untuk menstimulasi kemampuan merangkak bayi.

  1. Biarkan Bayi Menikmati Tengkurapnya

Ketika bayi sudah mulai tengkurap, stimulasi sudah bisa dilakukan. Berikan kesempatan lebih banyak kepada bayi untuk menikmati tengkurapnya. Biarkan dia berusaha mengangkat kepalanya, menggerakkan badannya, kakinya, maupun tangannya. Hal ini akan meningkatkan kekuatan ototnya yang akan mendukung kemampuan merangkaknya.

  1. Rangsang Bayi Bergerak

Saat tengkurap, rangsang ia untuk bergerak. Misalnya, letakkan mainan atau benda yang menarik perhatiannya di depannya. Biarkan ia berusaha mengambilnya. Ketika berhasil meraih, kepercayaan diri bayi akan meningkat sehingga ia semakin percaya diri untuk mengambil mainan atau benda lain. Jika kemampuan bergeraknya semakin meningkat, letakkan rintangan di depannya seperti bantal, guling, atau benda lain yang bisa membuat bayi bekerja lebih keras untuk meraih benda yang ada di depannya.

  1. Perbanyak Waktu Bermain di Lantai

Karena kita sibuk dengan beragam aktivitas mungkin kita lebih sering meletakkan bayi di atas baby bouncher. Padahal, ini dapat menghambat kemampuan merangkak bayi. Sebaiknya letakkan bayi lebih lama di lantai, biarkan ia bebas melakukan aktivitas sehingga kemampuan motoriknya terasah lebih baik. Dengan begitu kemampuan merangkaknya akan terstimulasi.  Bayi yang terus diletakkan di baby bouncher atau baby walker, melansir Healthline, kemampuan merangkaknya tumbuh lebih lambat dibandingkan bayi yang bayak beraktivitas di lantai.

  1. Perhatikan Keamanan Rumah

Jika kita mau memberikan kebebasan bayi bermain di lantai maka pastikan kondisi lingkungannya  aman. Sebab seiring stimulasi yang didapat, bayi akan semakin aktif bergerak ke sana kemari. Keamanan yang perlu diperhatikan misalnya;

  • Membuat space khusus untuk bayi bermain dengan matras di bawahnya. Bukan bermain di dapur atau ruang tamu dimana banyak terdapat barang pecah belah.
  • Pastikan mainan atau benda yang ada di sekeliling bayi memang benar-benar ramah untuk bayi. Tidak tajam, berat, mudah pecah, tidak terlalu kecil, dan lainnya.
  • Jika bermain di lantai 2 pastikan pintu tangga tertutup rapat sehingga bayi terlindungi. Pastikan pula pagar lantai 2 cukup rapat sehingga bayi tidak bisa masuk ke sela-selanya.
  • Sebaiknya temani bayi saat beraktivitas, jangan ditinggal masak, mencuci, menyetrika atau aktivitas lainnya yang membuat bayi tidak terkontrol dengan baik.
  1. Stimulasi dengan Pijat

Beberapa bayi butuh pijatan demi menstimulasi kemampuan motoriknya. Dengan pijat dapat melenturkan, menguatkan, dan membantu bayi melakukan koordinasi gerakan. Pijatlah secara perlahan, tangan, kaki, juga badan bayi. Kita bisa mempelajarinya lewat tutorial pijat bayi.

  1. Rangsang dengan Mainan dan Cermin

Ketika kemampuan merangkaknya mulai terlihat, rangsang bayi dengan mainan atau cermin. Letakkan benda-benda yang menarik perhatiannya tersebut beberapa langkah di depannya. Biarkan bayi merangkak meski dengan susah payah. Ketika ia terjatuh berikan semangat lagi agar ia terus berusaha menjangkaunya.

  1. Pancing dengan Suara

Selain mainan bayi pun suka dengan suara-suara lucu yang membuat ia penasaran ingin melihat langsung sumber suaranya. Berdirilah beberapa langkah di depan bayi lalu bunyikan suara-suara lucu. Bayi akan mendekati sumber suara tersebut. 

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB