SMARTPARENT.ID - “Udah telat haid, tapi belum ke dokter. Perlu dicek sekarang atau tunggu dulu, ya?” Pertanyaan ini sering banget muncul di benak para calon ibu, terutama yang baru pertama kali hamil. Wajar kok, namanya juga pengalaman baru. Tapi sebenarnya, kapan sih waktu yang tepat untuk memeriksakan kehamilan ke dokter atau bidan? Yuk, kita bahas tuntas!
Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan Sejak Dini
Begitu tes kehamilan menunjukkan dua garis (alias positif), langkah selanjutnya yang paling bijak adalah melakukan pemeriksaan kehamilan pertama. Tujuannya? Bukan cuma buat memastikan kehamilan aja, tapi juga untuk:
- Mengecek kondisi kesehatan ibu dan janin
- Mengetahui usia kehamilan secara pasti
- Deteksi dini risiko kehamilan seperti kehamilan ektopik, anemia, atau tekanan darah tinggi
- Membangun jadwal kontrol kehamilan rutin
Intinya, makin cepat diperiksa, makin baik persiapan kita dalam menghadapi kehamilan.
Kapan Waktu Ideal Pemeriksaan Kehamilan Pertama?
Idealnya, pemeriksaan pertama dilakukan saat usia kehamilan memasuki 6–8 minggu sejak hari pertama haid terakhir (HPHT). Di usia ini, kantung kehamilan biasanya sudah bisa terlihat lewat USG, dan detak jantung janin juga mulai bisa dideteksi.
Tapi kenapa nggak langsung setelah tespack positif?
Karena kalau masih terlalu dini (misalnya baru 3–4 minggu), hasil USG bisa belum menunjukkan apapun. Hal ini bisa bikin calon ibu jadi khawatir padahal sebenarnya normal.
Baca Juga: Peran Ayah dan Ibu dalam Islam, Pembagian Tanggung Jawab yang Adil
Tanda-Tanda Kamu Perlu Segera Periksa ke Dokter
Meskipun disarankan menunggu sampai 6–8 minggu, kamu harus segera ke dokter bila mengalami hal-hal berikut: