anak

Pastikan Faktor Keamanan Permainan Anak, Waspadai Hal Ini

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:11 WIB
Keamanan bermain adalah tanggung jawab besar yang harus moms perhatikan. Dengan memilih mainan yang sesuai usia, memeriksa bahan yang aman, dan mengajarkan anak bermain dengan benar (cottonbro studio/Pexels)

SMARTPARENT.ID - Bermain adalah bagian penting dari tumbuh kembang anak. Aktivitas bermain tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendukung perkembangan fisik, kognitif, dan emosional si kecil. Namun, moms harus tetap memperhatikan aspek keamanan saat memilih permainan atau mainan untuk anak usia sekolah. Berikut adalah panduan lengkap yang membantu Anda memastikan bahwa anak bermain dengan aman sekaligus mendidik.

 

  1. Pilih Mainan yang Sesuai dengan Usia Anak

Setiap mainan biasanya dilengkapi label rekomendasi usia yang bisa moms jadikan panduan. Mainan yang terlalu rumit untuk anak bisa membahayakan, sementara mainan yang terlalu sederhana mungkin kurang menantang untuk perkembangan mereka.

Misalnya, anak usia 6-8 tahun cenderung menikmati permainan konstruksi seperti Lego atau puzzle dengan potongan lebih kecil. Sedangkan anak usia 9-12 tahun mulai tertarik pada permainan strategi seperti catur atau board game. Pastikan mainan yang moms pilih sesuai dengan kemampuan mereka untuk mengurangi risiko frustrasi atau cedera.

 Baca Juga: Gangguan Pertumbuhan Fisik pada Anak, Begini Solusinya

  1. Hindari Mainan dengan Bagian Kecil yang Bisa Tertelan

Mainan kecil atau komponen yang bisa dilepas menjadi bahaya utama bagi anak, terutama jika mereka masih memiliki kebiasaan memasukkan benda ke mulut. Meski anak usia sekolah umumnya sudah memahami apa yang tidak boleh dilakukan, selalu ada kemungkinan kecelakaan.

Sebagai alternatif, moms bisa memilih mainan dengan ukuran besar dan kokoh yang lebih aman. Jika menggunakan mainan seperti Lego kecil, ajarkan anak untuk bermain dengan penuh perhatian dan selalu merapikan setelah selesai.

Pro tips: Ajarkan kebiasaan menyimpan mainan dalam kotak khusus setelah bermain. Selain menjaga kerapian, hal ini juga meminimalkan risiko tertelan atau terinjak.

 

  1. Pilih Bahan yang Ramah Lingkungan dan Tidak Berbahaya

Keamanan tidak hanya soal ukuran, tetapi juga bahan mainan. Beberapa produk murah di pasaran menggunakan cat yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti timbal.

Moms bisa memilih mainan dengan label non-toxic atau BPA-free, yang memastikan bahan tidak beracun bagi anak. Selain itu, perhatikan juga tekstur mainan. Hindari mainan dengan sudut tajam atau bahan yang mudah pecah untuk mengurangi risiko luka.

 

  1. Cek Sertifikasi Keamanan Mainan

Di Indonesia, moms bisa mencari mainan dengan sertifikasi SNI (Standar Nasional Indonesia). Mainan dengan label ini sudah diuji dan dinyatakan aman untuk digunakan oleh anak-anak. Jika membeli produk impor, pastikan terdapat label CE (Conformité Européene) untuk keamanan di tingkat internasional.

Baca Juga: Keseimbangan Antara Gadget dan Aktivitas Fisik Anak

Halaman:

Tags

Terkini