anak

Yuk Moms, Kenalkan Anak dengan Serunya Permainan Tradisional

Selasa, 24 Desember 2024 | 20:21 WIB
Bermain Petak Umpet (Irfan Hasuki/Bing AI)

SMARTPARENT.ID Saat ini, banyak anak yang lebih suka bermain gadget daripada melakukan permainan tradisional. Misalnya petak umpet, lempar gasing, congklak, lompat tali, dan lainnya. Padahal permainan tradisional Indonesia menyimpan segudang manfaat bagi tumbuh kembang anak. Selain menyenangkan, permainan ini juga mengajarkan nilai-nilai sosial, melatih motorik, dan tentunya membuat anak lebih kreatif.

Di sisi lain, anak yang terlalu asyik dengan gadget tentu menyimpan efek negatif yang cukup banyak bila ia mengalami kecanduan. Misalnya gangguan kesehatan mata, kurang bergerak sehingga koordinasi motoriknya tak tumbuh maksimal, kurang bersosialisasi, dan sebagainya. Yuk Moms, Jangan biarkan anak asyik dengan gadgetnya terus, ajak anak bermain permainan tradisional.

Baca Juga: Moms, Jangan Biarkan Anak Kecanduan Gadget, Dampaknya Serius Lo

Berikut beberapa manfaat yang bisa didapat anak saat ia bermain permainan tradisional :

  • Pengembangan Fisik:
    • Meningkatkan motorik kasar: Permainan seperti engklek, lompat tali, dan gasing membantu melatih keseimbangan, koordinasi, dan kekuatan otot.
    • Meningkatkan motorik halus: Permainan seperti congklak dan kelereng melatih ketelitian dan koordinasi tangan-mata.
  • Pengembangan Kognitif:
    • Meningkatkan konsentrasi: Permainan yang membutuhkan fokus seperti congklak dan gasing membantu melatih kemampuan anak untuk berkonsentrasi.
    • Meningkatkan logika: Permainan seperti congklak dan catur melatih kemampuan berpikir logis dan strategis.
    • Meningkatkan kemampuan berhitung: Permainan seperti congklak dan kelereng membantu anak belajar berhitung dengan cara yang menyenangkan.
  • Pengembangan Sosial dan Emosional:
    • Membangun kerjasama: Permainan tradisional seringkali dimainkan bersama-sama, sehingga mengajarkan anak untuk bekerja sama dan berbagi.
    • Meningkatkan kemampuan berkomunikasi: Saat bermain, anak akan belajar berkomunikasi dengan teman sebayanya.
    • Menumbuhkan rasa percaya diri: Ketika berhasil menyelesaikan suatu permainan, anak akan merasa lebih percaya diri.
    • Mengajarkan nilai-nilai sosial: Permainan tradisional seringkali mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran, sportifitas, dan menghargai perbedaan.

Baca Juga: Ini Moms 7 Penyebab Kenapa Anak Mudah Badmood

  • Pengembangan Kreativitas:
    • Merangsang imajinasi: Permainan tradisional seringkali tidak memiliki aturan yang terlalu kaku, sehingga anak-anak bebas berkreasi dan mengembangkan imajinasinya.
    • Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah: Anak-anak akan belajar menemukan solusi dari berbagai situasi yang muncul dalam permainan.
  • Koneksi dengan Budaya:
    • Mengenalkan warisan budaya: Permainan tradisional adalah bagian dari warisan budaya bangsa. Dengan bermain permainan tradisional, anak-anak akan lebih mengenal budaya bangsanya.
    • Menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri: Permainan tradisional dapat menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya sendiri.
    • Selain itu permainan tradisional pun memiliki kelebihan lain, seperti: Tidak membutuhkan biaya yang mahal: Kebanyakan permainan tradisional hanya membutuhkan alat-alat sederhana yang mudah ditemukan. Dapat dimainkan di mana saja, di halaman rumah, taman, atau tempat terbuka lainnya. Permainan tradisional dapat menjadi alternatif yang sehat untuk menggantikan waktu bermain gadget.Sehingga dapat mempererat hubungan antara anak dan orang tua, serta anak dengan teman-temannya.

Baca Juga: Bersiap Masuk Sekolah Usai Liburan Panjang

Ini Moms Permainan Tradisional yang Cocok untuk Anak

Banyak sekali permainan tradisional yang bisa kita ajarkan pada anak-anak. Berikut beberapa contoh beserta manfaat dan cara memainkannya:

  1. Petak Umpet
  • Manfaat: Melatih motorik kasar, meningkatkan daya ingat, dan melatih kesabaran.
  • Cara bermain: Satu anak menjadi pencari, sementara yang lain bersembunyi. Setelah waktu yang ditentukan, pencari berusaha mencari teman-temannya.
  1. Congklak
  • Manfaat: Melatih konsentrasi, logika, dan kemampuan berhitung.
  • Cara bermain: Permainan ini menggunakan papan congklak dan biji-bijian. Pemain bergantian mengambil biji-bijian dari lubang dan menyebarkannya ke lubang lainnya.
  1. Engklek
  • Manfaat: Melatih keseimbangan, koordinasi, dan melompat.
  • Cara bermain: Gambarlah kotak-kotak di tanah. Pemain melompat dari satu kotak ke kotak lain dengan mengikuti aturan yang telah ditentukan.
  1. Lompat Tali
  • Manfaat: Melatih koordinasi, ketangkasan, dan ketahanan tubuh.
  • Cara bermain: Dua orang memutar tali, sementara pemain lain melompat di dalamnya. Tingkat kesulitan dapat ditingkatkan dengan mempercepat putaran tali atau menambah jumlah pemain yang melompat.
  1. Gasing
  • Manfaat: Melatih kesabaran, fokus, dan koordinasi mata dan tangan.
  • Cara bermain: Putarkan gasing menggunakan tali. Pemain berusaha menjaga agar gasing tetap berputar selama mungkin.
  1. Kelereng
  • Manfaat: Melatih akurasi, strategi, dan kemampuan berhitung.
  • Cara bermain: Pemain saling melempar kelereng ke dalam sebuah lingkaran. Kelereng yang berada di dalam lingkaran akan menjadi milik pemain yang berhasil memasukkan kelerengnya.

 Baca Juga: Ini Loh Moms Ide Menu Masakan yang Menggugah Selera di Malam Tahun Baru

 

Tags

Terkini