anak

Ini Moms 7 Penyebab Kenapa Anak Mudah Badmood

Senin, 23 Desember 2024 | 10:40 WIB
Badmood Tiba-tiba. Yuk Cari Penyebabnya (Irfan Hasuki/Bing AI)

SMARTPARENT.ID Moms, pernah kan, melihat mood anak yang suka berubah-berubah. Sekarang ceria, tiba-tiba marah, ngambek dan tidak mau diajak bicara. Atau sebaliknya, sekarang kesal, tiba-tiba menjadi baik dan manis.

Baca Juga: Yuk Moms Pilih Tempat Liburan Akhir Tahun yang Tepat untuk Anak-Anak

Perubahan mood pada anak memang sering terjadi dan ini membuat Moms bingung. Ini adalah hal yang sangat normal, apalagi saat anak sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan perubahan mood ini.

Berikut ada 7 penyebab umum yang kerap memicu terjadinya perubahan mood pada anak:

  1. Kelelahan: terlalu lama bermain, belajar, dapat membuat anak kelelahan. Bisa lelah fisik maupun mental. Anak akan cenderung lebih mudah rewel dan berubah mood. Ia yang semula baik-baik saja namun ketika tak lagi mampu mengontrol lelahnya maka mood baik bisa menjadi tak baik, emosian misalnya.
  2. Lapar atau Haus: Bayangkan, orang dewasa ketika perut kosong atau tubuh kekurangan cairan, mereka bisa lebih mudah marah dan kesal. Demikian pula dengan anak, ia bisa menjadi mudah marah atau rewel.
  3. Bosan: Rutinitas yang monoton atau kurangnya stimulasi bisa membuat anak merasa bosan dan mudah bosan. Misalnya, ia bermain balok susun terlalu lama. Timbul bosan, mainan yang tadinya sangat ia sukai menjadi mainan yang ia benci. Dilemparnya balok-balok tersebut mungkin karena saat ia susun malah runtuh.
  4. Perubahan Rutinitas: Anak terbiasa dengan rutinitas yang ia lakukan sehari-hari. Kemudian Moms mengubah jadwal tidur, makan, atau kegiatan sehari-hari bisa mengganggu keseimbangan emosi anak. Kemarin jam 5 pagi ia masih tidur malah sudah wajib mandi, anak bisa saja kesal dan badmood.
  5. Masalah di Sekolah: Coba intip apakah anak memiliki masalah di sekolah atau tidak. Sebab masalah dengan teman, tugas sekolah yang sulit, atau perasaan tidak nyaman di lingkungan sekolah bisa memengaruhi mood anak.
  6. Perubahan Hormon: Hal ini terjadi pada anak remaja, perubahan hormon bisa menyebabkan mood swing yang lebih intens.
  7. Ingin Perhatian: Seringkali, mood anak yang berubah jelek bisa disebabkan karena ia ingin diperhatikan. Mungkin ia kesal dengan Moms yang lebih memperhatikan adik sementara ia sering tidak diperhatikan. Nah anak mencoba mencari perhatian namun Moms tidak sadar. Maka anak bisa saja bad mood.

Baca Juga: Ini Loh Moms Ide Menu Masakan yang Menggugah Selera di Malam Tahun Baru

Tak perlu khawatir, ada banyak solusi untuk menghadapi perubahan mood anak. Beberap di antaranya bisa kita lakukan :

  • Identifikasi Penyebab: Cobalah untuk memahami apa yang menyebabkan anak berubah mood. Dengan mengetahui penyebabnya, Moms bisa mencari solusi yang tepat.
  • Jaga Rutinitas: Usahakan untuk menjaga rutinitas tidur, makan, dan aktivitas anak agar lebih teratur.
  • Berikan Waktu Istirahat: Pastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Dengan begitu anak bisa menjaga moodnya tetap baik.
  • Berikan Makanan Bergizi: Makanan bergizi akan membantu menjaga energi dan mood anak. Lauk ikan, daging, telur, dan lainnya diatur sedemikian rupa. Ditambah sayur mayur, buah, dan seterusnya.
  • Buat Kegiatan Menyenangkan: Libatkan anak dalam kegiatan yang disukainya untuk mengurangi kebosanan. Jika ia bosan bermain lego, kita bisa memintanya istirahat lalu lanjutkan dengan bermain bola. Ajak lah ia ke arena bermain untuk menikmati ayunan, perosotan, tangga titian, bermain bola, halang rintang, dan lainnya.
  • Komunikasi Terbuka: Ajak anak berbicara tentang perasaan dan pikirannya. Dengarkan dengan sabar dan tanpa menghakimi.
  • Tetap Tenang: Ketika anak sedang marah atau rewel, cobalah untuk tetap tenang dan jangan ikut marah.
  • Berikan Pelukan: Sentuhan fisik seperti pelukan bisa membantu anak merasa lebih aman dan nyaman.
  • Cari Bantuan Profesional: Jika perubahan mood anak sangat ekstrem atau mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau psikolog.
  • Jadilah Contoh: Moms perlu menunjukkan pada anak bagaimana cara mengelola emosi dengan baik. Misalnya, Moms jangan mudah marah, sabar, tidak selalu pasang wajah cemberut, selalu terlihat ceria, dan lainnya.
  • Berikan Pujian: Berikan pujian ketika anak berhasil mengontrol emosinya. Ia merasa dihargai dan akan berusaha terus untuk mengontrol emosinya kembali.
  • Ajarkan Teknik Relaksasi: Ajarkan anak teknik relaksasi sederhana seperti pernapasan dalam atau meditasi. Misalnya, minta anak duduk bersila lalu tegakkan badan, dilanjutkan dengan menarik dan mengeluarkan napas secara teratur. Minta ia berusaha menenangkan diri.

 Baca Juga: Ini Kegiatan Seru di Malam Tahun Baru

Tags

Terkini