Andri Agus Syah, OD, FPCO, FAAO, pendiri VIO Optical Clinic, menyatakan, “Terapi Ortho-K adalah pilihan yang sangat baik untuk anak-anak yang mengalami mata minus.
Ini bukan sekedar mengoreksi penglihatan mereka saja, tetapi juga memberikan kebebasan bagi mereka untuk beraktivitas tanpa rasa terbebani oleh kacamata.
Kami di VIO sangat bangga bisa menghadirkan solusi ini bagi anak-anak Indonesia.”
Kisah Sukses Muhammad Ardham Athala dengan Terapi Ortho-K
Salah satu contoh nyata keberhasilan terapi Ortho-K di VIO Optical Clinic adalah kisah seorang pasien cilik bernama Muhammad Ardham Athala, seorang anak berusia 8 tahun yang berjuang dengan mata minus sejak kecil.
Baca Juga: Apa Saja Gejala Social Anxiety Disorder (SAD)?
Ardham memiliki minus -6.00 dengan silinder -1.75 di mata kanannya, serta minus -5.75 dengan silinder -1.00 di mata kirinya.
Sebelum menjalani terapi Ortho-K, Ardham merasa kurang nyaman dan kurang percaya diri ketika menggunakan kacamata.
Aktivitasnya terbatas, terutama saat bersekolah dan bermain dengan teman-temannya.
Ibunda Ardham menceritakan, “Awalnya, kami sangat khawatir dengan penglihatan Ardham.
Selain minus yang cukup tinggi, dia juga merasa kurang bebas bergerak dengan kacamata.
Kami melihat dia mulai kehilangan kepercayaan diri. Saat mengetahui tentang terapi Ortho-K di VIO, kami langsung tertarik untuk mencoba.”
Baca Juga: 7 Cara untuk Menyembuhkan Trauma
Setelah menjalani terapi Ortho-K selama dua bulan, hasilnya sangat mengesankan. Ardham kini hanya memiliki minus -0,75 di mata kanan dan minus -1.00 di mata kiri, yang merupakan pengurangan signifikan dari kondisi sebelumnya.
Lebih dari itu, Ardham kini lebih percaya diri dan ceria dalam beraktivitas.