anak

VIO Luncurkan Kampanye PERMADANI: 'Hanya 31% Anak di Bogor Periksa Mata, 57% Alami Mata Minus Tinggi'

Selasa, 20 Agustus 2024 | 16:15 WIB
Seorang anak sedang diperiksa di Vio Clinic, kllinik terpercaya di Bogor (saeful imam)

Kami di VIO Optical Clinic berkomitmen melalui kampanye “PERMADANI” untuk meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya pemeriksaan mata dari dini, demi mencegah dampak negatif mata minus tinggi pada masa depan anak-anak kita,” ujar Muhammad Agus Shandi, selaku product management dari  VIO Optical Clinic.

 Baca Juga: Pahami Dunia Digital Anak, Ini Daftar Platform dan Aplikasi Populer

Solusi gangguan penglihatan yang dialami anak-anak melalui dampak dari fenomena Myopia Booming ini bisa diatasi dengan Myopia Control Management yang sudah tersedia di VIO Optical Clinic - Bogor.

Salah satu penanganannya melalui metode Terapi Ortho K. Terapi Ortho-K, atau Orthokeratology, adalah metode koreksi penglihatan non-bedah yang dilakukan dengan menggunakan lensa kontak khusus yang dirancang untuk dipakai semalaman saat tidur.

Lensa ini secara perlahan membentuk ulang permukaan kornea, sehingga ketika lensa dilepas di pagi hari, pasien dapat melihat dengan jelas tanpa perlu menggunakan kacamata atau lensa kontak sepanjang hari.

Terapi ini sangat efektif untuk mengontrol perkembangan miopia (rabun jauh) pada anak-anak dan remaja, sehingga dapat mengurangi risiko peningkatan mata minus yang lebih parah di masa depan.

Baca Juga: Mengapa Pola Makan Sehat Penting untuk Anak? Ini Ternyata Manfaatnya

Terapi Ortho K tentunya juga berpotensi memperlambat progresivitas miopia, menjadikannya pilihan yang aman dan efektif bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan mata jangka panjang.

Andri Agus Syah, OD, FPCO, FAAO, FIALVS selaku Founder & Chief Doctor VIO Optical Clinic menjelaskan, “Berbagai gangguan mata yang umum dialami anak-anak meliputi kelainan refraksi, amblyopia (mata malas), konjungtivitis, dan yang paling banyak ditemui adalah myopia.

Semakin cepat masalah mata terdeteksi, semakin cepat pula anak dapat menerima perawatan dan dukungan yang diperlukan.

Data menunjukkan bahwa 81% gangguan penglihatan dapat dicegah jika didiagnosis dan diobati sejak dini.

Baca Juga: Bagaimana Membantu Anak Agar Bertambah Berat Badan?

Ini menjadi fokus utama kami untuk mengajak masyarakat lebih aktif dalam pencegahan gangguan kesehatan mata dengan melakukan pemeriksaan rutin setidaknya setiap 6 bulan di tempat yang tepat.”

Hasil riset dan survei menunjukkan bahwa banyak anak tidak menyadari bahwa mereka mengalami masalah penglihatan.

Kondisi ini sering kali terjadi karena mereka menganggap penglihatan mereka sudah 'normal' atau kurangnya pengetahuan mengenai gejala gangguan penglihatan.

Halaman:

Tags

Terkini