SMARTPARENT.ID - AstraZeneca Indonesia (AZI), perusahaan biofarmasi global berkomitmen untuk memperkuat ekosistem Kesehatan di Indonesia, salah satunya dengan mendukung inovasi dan peran pihak publik dan swasta dalam memerangi tantangan penyakit yang ada di Indonesia.
Komitmen ini terjalin lewat kolaborasi BritCham's Health, Wellbeing & the Life Sciences dan Professional Women's HUB yang bekerja sama dengan Departemen Bisnis dan Perdagangan Kedutaan Besar Inggris (UK-DBT) pada hari Kamis (18/7) lalu.
Sebagai perusahaan bio-farmasi global berbasis sains, fokus AstraZeneca tidak hanya pada vaksin saja, namun juga turut melakukan banyak riset klinis agar menemukan obat untuk berbagai penyakit tidak menular yang saat ini belum dapat disembuhkan.
Baca Juga: 10 Pilihan Minuman Sehat Terbaik Bagi Ibu Hamil, Salah Satunya Air Kelapa Hijau
Khususnya obat-obatan di tiga terapi area penyakit, yakni pernafasan sepertia asma dan paru obstruktif kronik (PPOK), kardiovaskular, renal, metabolik, serta kanker.
Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Esra Erkomay, mengatakan, salah satu komitmen yang telah dilakukan AztraZeneca adalah dengan mendukung pemerintah mewujudkan transformasi Kesehatan di Indonesia.
Dalam hal ini, Esra menuturkan bahwa AstraZeneca fokus pada peluncuran obat baru, terutama di bidang onkologi dan penyakit kardiovaskular.
Mereka juga bekerja untuk mendaftarkan berbagai obat inovatif untuk penyakit langka di Indonesia, memperluas cakupan pengobatan yang tersedia supaya pasien tidak harus berobat ke luar negeri.
"Upaya-upaya ini secara keseluruhan bertujuan untuk menciptakan ekosistem kesehatan Indonesia yang lebih kuat dan berkelanjutan, yang dapat menangani tantangan kesehatan," tegasnya.
Baca Juga: Lombakan 5 Kategori, Herbalife Run 2024 Kembali Hadir Guna Kampanyekan Hidup Sehat dan Aktif
Tidak hanya pengobatan, bentuk upaya skirining kesehatan juga menjadi perhatian AstraZeneca. Esra menambah, "Saya mengapresiasi upaya pemerintah yang telah mengutamakan skrining untuk berbagai penyakit.
Jika penyakit seperti kanker diketeahui lebih awal, pasien akan mendapatkan manfaat lebih optimal dari pengobatan, sehingga bisa menyelamatkan nyawa.
Maka, skrining menjadi hal penting untuk masyarakat," ujarnya.
Baru-baru ini AstraZeneca telah menandatangani sebuah Perjanjian Kerjasama dengan Kemenkes yang berfokus pada meningkatkan ekosistem kesehatan berbagai penyakit, termasuk respiratory syncytial virus (RSV), asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan kanker.