SMARTPARENT.ID – Tetap aktif penting menjadi perhatian orangtua. Bagaimana caranya agar anak tetap beraktivitas di rumah? yuk simak uraiannya.
Banyak orang tua dan anak-anak memikirkan olahraga terorganisir ketika mereka memikirkan kebugaran. Meskipun ada banyak keuntungan mendaftarkan anak ke tim olahraga, latihan dan permainan sekali atau dua kali seminggu tidak akan cukup untuk mencapai tujuan aktivitas.
Selain itu, orang tua tidak boleh hanya mengandalkan pendidikan jasmani di sekolah untuk membekali anak dengan aktivitas fisik yang cukup.
Berikut beberapa cara agar anak Anda tetap beraktivitas di rumah:
Jadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Mulai dari pekerjaan rumah tangga hingga jalan-jalan setelah makan malam, jagalah agar keluarga Anda tetap aktif setiap hari.
Baca Juga: Mengenal Pubertas pada Anak Perempuan, Begini Tandanya
Berikan waktu yang cukup untuk bermain bebas. Anak-anak dapat membakar lebih banyak kalori dan bersenang-senang jika dibiarkan sendiri. Bermain kejar-kejaran, bersepeda keliling lingkungan, dan membuat manusia salju adalah hal yang menyenangkan dan menyehatkan.
Siapkan berbagai permainan dan peralatan olahraga. Tidak harus mahal — berbagai macam bola, hula-hoop, dan lompat tali dapat membuat anak-anak sibuk selama berjam-jam.
Aktif bersama. Ini akan membuat Anda bergerak, dan anak-anak senang bermain dengan orang tuanya.
Batasi waktu yang dihabiskan untuk aktivitas menetap seperti menonton TV, menggunakan perangkat elektronik, online, dan bermain video game.
Jika Anda kehabisan pilihan di rumah, manfaatkan taman bermain dan lapangan atletik setempat. Jadikan acara kebugaran keluarga sebagai bagian dari rutinitas rutin Anda. Biarkan anggota keluarga memilih aktivitas — pergi hiking, seluncur es, atau mencoba gym panjat tebing. Apa pun boleh, asalkan semua orang bisa berpartisipasi. Dan ingat: Anda akan membantu menunjukkan kepada anak Anda bahwa olahraga itu penting dengan rutin berolahraga.
Mencegah Cedera Terkait Olahraga
Anak-anak yang ikut serta dalam olahraga berisiko mengalami cedera, jadi pastikan anak Anda memakai peralatan pelindung yang tepat, seperti pelindung tulang kering dan cleat saat bermain sepak bola, atau helm dan bantalan pelindung saat bermain sepatu roda atau skateboard. Anak-anak yang berspesialisasi dalam satu olahraga juga berisiko mengalami cedera akibat penggunaan berlebihan, termasuk patah tulang karena stres dan cedera sendi. Jika anak kesakitan, sebaiknya istirahat dan biarkan cederanya sembuh sebelum kembali bermain.