anak

Mengajarkan Anak Belajar Menabung, Begini Caranya

Rabu, 12 Juni 2024 | 08:00 WIB
Mengajarkan anak belajar menabung perlu dilakukan sejak dini. (Cottonbro studio/Pexels)

Begitu mereka menyadari kesalahan pembeliannya, tanyakan apa yang telah mereka pelajari dan bagaimana mereka dapat melakukan yang lebih baik. Lain kali, haruskah mereka meneliti produk tersebut lebih lanjut? Bagaimana mereka bisa mengingatkan diri mereka sendiri akan tujuan mereka yang lebih besar? Mereka senang menghabiskan uang untuk apa? Mudah-mudahan, ketika mereka membelanjakan tabungannya di masa depan, mereka akan membelanjakannya dengan lebih cerdas.

Bicarakan tentang uang dengan anak-anak Anda

Sepanjang latihan bersama anak-anak Anda, renungkan tabungan dan pengeluaran Anda sendiri. Jika Anda ingin melakukan yang lebih baik, bagikan hal itu kepada anak-anak Anda dan bagaimana Anda berencana untuk meningkatkannya. Jika Anda berhasil mencapai tujuan menabung, biarkan anak-anak Anda melihat kegembiraan dan kebanggaan Anda! Kejujuran dan transparansi akan membantu Anda dan anak-anak Anda tumbuh.

Jika percakapan ini tidak Anda alami, jangan khawatir! Kamu tidak sendiri. Dalam Survei Orang Tua, Anak & Uang Tahunan ke-11 T. Rowe Price, 50% orang tua mengatakan mereka enggan mendiskusikan topik uang atau keuangan dengan anak-anak mereka. Berikut beberapa tip untuk membantu percakapan berjalan:

Baca Juga: Mengenal Palsi Serebral Lebih Dekat

  • Mulailah dengan kebiasaan keuangan harian Anda. Saat Anda menuangkan secangkir kopi di pagi hari, sebutkan alasan Anda membuat kopi di rumah. Atau, jika Anda adalah pengunjung tetap kedai kopi setempat, jelaskan mengapa pembelian itu penting bagi Anda dan berapa anggaran Anda untuk itu.
  • Berbelanja bersama. Di toko kelontong, tunjukkan kepada anak Anda berbagai harga di rak. Jelaskan mengapa Anda mungkin membayar ekstra untuk beberapa item dan membeli merek toko untuk item lainnya. Tunjukkan pada mereka cara menghitung harga per ons, dan pengukuran nilai lainnya. Percaya atau tidak, tip kecil ini melekat.
  • Bicara tentang nilai-nilai. Sering kali, cara kita membelanjakan dan menabung mencerminkan nilai-nilai kita. Tekankan pentingnya memberi kepada badan amal dan bagaimana Anda membuat keputusan mengenai pembelian.
  • Ceritakan pengalaman Anda. Kita semua membuat kesalahan finansial. Faktanya, banyak ahli psikologi mengatakan bahwa orang tua dan anak-anak sama-sama mendapat manfaat ketika orang tua mengubah kegagalan menjadi momen yang bisa diajarkan. Jangan takut untuk jujur ​​kepada anak Anda tentang keuangan dan ajari mereka tentang utang.

Pembicaraan tentang menabung tidak harus berupa ceramah panjang lebar. Sebaliknya, ini harus menjadi bagian dari rutinitas yang disengaja bersama Anda dan anak-anak Anda. Jika Anda merasa sudah lama tidak membicarakan tentang menabung, tambahkan pengingat ke kalender Anda!

Jadilah contoh yang baik

Apa pun yang terjadi, anak-anak Anda akan mengikuti teladan Anda. Jika Anda belum memiliki rekening tabungan darurat, buatlah strategi untuk memulai dana darurat. Jika Anda memiliki sejumlah utang yang ingin Anda atasi, kurangi beberapa pengeluaran dan ikuti rencana untuk itu juga.

Literasi keuangan dapat diturunkan dari generasi ke generasi. Anak-anak Anda akan melihat kerja keras Anda dan mudah-mudahan akan mengikuti jejak Anda.***

 

Halaman:

Tags

Terkini