anak

Kolik pada Anak Harus Diwaspadai, Begini Cara Mengatasinya

Sabtu, 1 Juni 2024 | 08:00 WIB
Kolik pada anak harus diwaspadai, pastikan penanganan yang tepat. ( MART PRODUCTION/Pexels)

Uji coba perubahan pola makan

Jika tindakan menenangkan atau memberi makan tidak mengurangi tangisan atau lekas marah, dokter mungkin merekomendasikan uji coba perubahan pola makan jangka pendek.

Namun, jika bayi memiliki alergi makanan, kemungkinan besar akan timbul tanda dan gejala lain, seperti ruam, mengi, muntah, atau diare. Perubahan pola makan mungkin termasuk:

  • Perubahan pola.

Jika Anda memberi susu formula pada bayi, dokter mungkin menyarankan uji coba susu formula hidrolisat ekstensif selama satu minggu (Similac Alimentum, Nutramigen, Pregestimil, dan lainnya) yang proteinnya dipecah menjadi ukuran yang lebih kecil.

  • Pola makan ibu.

Jika Anda sedang menyusui, Anda dapat mencoba diet tanpa makanan yang menyebabkan alergi, seperti susu, telur, kacang-kacangan, dan gandum. Anda juga dapat mencoba menghilangkan makanan yang berpotensi menyebabkan iritasi, seperti kubis, bawang bombay, atau minuman berkafein.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Multiple Sclerosis, Begini Gejala dan Terapinya

Merawat bayi yang menderita kolik bisa melelahkan dan menimbulkan stres, bahkan bagi orang tua yang sudah berpengalaman.

Strategi berikut perlu dilakukan:

  • Istirahat.

Bergiliranlah dengan pasangan atau mintalah seorang teman untuk mengambil alih untuk sementara waktu. Beri diri Anda kesempatan untuk keluar rumah jika memungkinkan.

  • Gunakan tempat tidur bayi untuk istirahat sejenak.

Tidak apa-apa untuk menidurkan bayi sebentar saat menangis jika Anda perlu menenangkan diri atau menenangkan saraf Anda sendiri.

  • Ekspresikan perasaan Anda.

Wajar jika orang tua dalam situasi ini merasa tidak berdaya, tertekan, bersalah, atau marah. Bagikan perasaan Anda dengan anggota keluarga, teman, dan dokter anak.

Baca Juga: Susah Buang Air Besar, Bagaimana Gejala Sembelit pada Anak?

  • Jangan menilai diri sendiri.

Jangan mengukur kesuksesan Anda sebagai orang tua dengan seberapa sering bayi menangis. Kolik bukanlah akibat dari pola asuh yang buruk, dan tangisan yang tidak dapat dihibur bukanlah tanda bayi menolak Anda.

  • Jaga kesehatanmu.

Makan makanan sehat. Luangkan waktu untuk berolahraga, seperti jalan cepat setiap hari. Jika bisa, tidurlah saat bayi tidur — bahkan di siang hari. Hindari alkohol dan obat-obatan lainnya.

  • Ingatlah bahwa ini hanya sementara.

Episode kolik sering kali membaik setelah usia 3 hingga 4 bulan.

Halaman:

Tags

Terkini