anak

Mengajarkan Anak Meminta Maaf, Menjadikan Kepribadiannya Jauh Lebih Baik

Selasa, 21 Mei 2024 | 08:27 WIB
Anak Berpelukan (Annie Spratt/unsplash+)

Atau, anak melakukan kesalahan yang sebenarnya normal dilakukan anak usia ini. Misalnya, tanpa sengaja dia menjatuhkan gelas hingga pecah yang kita letakkan di pinggir meja. Ini kan sebenarnya bukan kesalahan anak tetapi kesalahan kita yang meletakkan gelas terlalu di pinggir. Dengan kasus ini kita pun sebaiknya jangan langsung menuduh kalau anaklah yang bersalah. Ini adalah tindakan yang tidak fair. Kita harus menerangkan bahwa sebenarnya itu adalah kesalahan kita karena meletakkan gelas terlalu ke pinggir sehingga tersenggol sedikit saja jatuh.

Hal ini penting dilakukan supaya jangan sampai anak mudah guilty feeling (merasa bersalah) terhadap setiap kesalahan yang diperbuatnya. Sebab, bila kita membabi buta memvonisnya bersalah dan harus minta maaf, hal ini menjadi tidak sehat secara mental bagi anak.  Dikhawatirkan anak akan menjadi anak yang selalu mudah merasa bersalah sehingga berpengaruh terhadap perkembangan kemampuannya yang lain. Misalnya, karena takut melakukan kesalahan anak tidak mau bersosialisasi, tidak mau mengomunikasikan keinginannya, enggan berkreativitas.

Selain itu, supaya dia tidak merasa guilty feeling, kita pun perlu menjelaskan bahwa setiap orang bisa berbuat salah. Tidak anak-anak, tidak orang dewasa. Dengan begitu dia akan memahami bahwa kesalahan bukanlah sesuatu yang sangat buruk karena lewat kesalahan anak bisa belajar untuk tidak mengulanginya lagi.

Baca Juga: Jangan Sampai Bayi Tersedak, Efeknya Bisa Fatal Lo Moms!

Halaman:

Tags

Terkini