anak

Mengajarkan Anak Meminta Maaf, Menjadikan Kepribadiannya Jauh Lebih Baik

Selasa, 21 Mei 2024 | 08:27 WIB
Anak Berpelukan (Annie Spratt/unsplash+)

Jika kita mengajarkan anak meminta maaf ketika melakukan kesalahan maka ia belajar etika dan moral yang positif. Dengan begitu di dalam pergaulan pun kepribadian anak akan dipandag positif. Jika ada anak yang yang cuek dan tidak mau meminta maaf atas kesalahannya mungkin ia tidak mendapat pengarahan yang baik bagaimana menyikapi kesalahannya. Secara etika dan moral anak akan dipandang negatif.

- Introspeksi dan Mengakui Kesalahan

Mengajarkan meminta maaf dan memaafkan pun memberikan pemahaman kepada anak mengenai konsep salah dan benar dalam berhubungan dengan orang lain. Misalnya, anak memukul temannya karena tidak dipinjami mainan. Ini adalah tindakan keliru, minta anak untuk meminta maaf ke temannya. Saat memberikan arahan inilah anak akan tahu bahwa tindakannya salah sehingga dia mengintrospeksi dirinya.

- Bersikap Lebih Realistis

Meminta maaf dan memaafkan akan menumbuhkan jiwa yang lebih realistis. Dia mampu menerima diri sendiri maupun orang lain dengan kelebihan dan kekurangannya. Secara emosional anak akan tumbuh lebih kuat dan sehat. Selain itu, jiwa sportivitasnya pun akan lebih terasah karena mudah menerima kelebihan dan kekurangan tersebut.

- Lebih Menghargai dan Peka Terhadap Orang Lain

Dengan meminta maaf atas kesalahannya maka anak pun belajar menghargai orang lain. Dia juga belajar bahwa dalam berperilaku dia tidak boleh melakukannya semaunya tetapi harus memperhatikan orang yang ada di sekelilingnya.

Selain itu anak pun akan lebih peka/sensitif terhadap situasi dan lingkungan sosial. Dia akan lebih berhati-hati melakukan sesuatu karena tidak mau melakukan kesalahan. Walhasil lambat laun anak pun akan bertindak semaunya karena dia tahu bahwa hal tersebut tidak baik dilakukan.

- Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi

Saat meminta maaf, anak sedang berkomunikasi dengan orang lain. Tidak semua bisa dengan lancar melakukannya tetapi banyak yang harus dituntun. Nah, di saat inilah anak sedang meningkatkan kemampuan berkomunikasinya karena meminta maaf terkadang sangat sulit dilakukan.

- Tidak Menjadi Pendendam

Ketika kita mengajari anak maka anak akan belajar bagaimana dia harus minta maaf dan bagaimana dia memaafkan orang lain. Lewat hal inilah anak akan tahu bahwa bila kita atau orang lain melakukan kesalahan maka kesalahan tersebut harus diperbaiki sehingga tidak ada kesan dendam yang muncul pada diri anak.

 Baca Juga: Balita Tak Mau Mengalah? Bukan Salahnya, Mungkin Pola Asuh Moms yang Kurang Tepat

Jaga Jangan Sampai Anak Guilty Feeling

Meskipun mengajarkan minta maaf penting dilakukan namun jangan serta merta kita mewajibkan anak untuk meminta anak setiap dia melakukan kesalahan. Kita harus mencermati dahulu apakah ia benar-benar melakukan kesalahan atau tidak. Mungkin saja yang bersalah sebenarnya orang lain sehingga anak meresponnya dengan tindakan yang kurang positif. Bila awalnya karena dia disakiti kemudian dia membalas, kita harus menjelaskan secara fair. Misalnya kesalahan tersebut dilakukan berdua sehingga keduanya, terutama yang lebih dahulu memukul, harus saling meminta maaf dan memaafkan.

Halaman:

Tags

Terkini