anak

Mengajarkan Anak Meminta Maaf, Menjadikan Kepribadiannya Jauh Lebih Baik

Selasa, 21 Mei 2024 | 08:27 WIB
Anak Berpelukan (Annie Spratt/unsplash+)

SMARTPARENT.ID Di usia balita anak sudah mulai bisa diajarkan meminta maaf ketika ia melakukan kesalahan. Sebab pemahaman ‘sebab akibat’ anak sudah cukup baik. Dengan mengajarkan meminta maaf maka keterampilan sosial dan  kecerdasan emosi anak akan tumbuh lebih positif.

Yuk Moms, ajari anak meminta maaf saat ia berbuat salah. Ini adalah 4 langkah efektif yang dapat diajarkan ke anak untuk terbiasa meminta maaf jika melakukan kesalahan.

1. Jelaskan Dahulu Kenapa Anak Harus Minta Maaf

Anak harus tahu kenapa ia harus minta maaf. Misalnya, karena ia telah merusak mainan temannya. “Kakak, kamu sudah merusak mainan temanmu, ayo minta maaf!” Dengan begitu anak jadi tidak bertanya-tanya kenapa dia harus meminta maaf. Berbeda bila kita hanya menyuruhnya tanpa memberikan penjelasan. “Ayo, minta maaf!” Mungkin saja anak bingung kenapa dia harus minta maaf sehingga lebih sulit bagi anak melakukannya.

2. Ambil Pesan Positif dari Sebuah Dongeng

Biasanya, cerita dari sebuah dongeng menyimpan makna positif. Misalnya, didongengkan ada seekor kuda yang begitu kuat, gagah, dapat berlari kencang, ia begitu sombong dengan kelebihannya. Suatu saat, ketika sedang berlari kencang ia terjatuh. Meski si kuda sombong sekali namun teman-temannya tetap menjenguk. Lalu si kuda meminta maaf atas kesombongannya dan akan selalu berhati-hati saat berlari. Makna positif ini Moms tekankan ke anak, salah satunya tentang si kuda yang meminta maaf atas kesombongannya.

3. Jangan Lupa Minta Maaf Jika Kita Salah

Kebiasaan kita meminta maaf setelah melakukan kesalahan adalah hal yang sangat efektif untuk dijadikan pelajaran bagi anak. Dia akan melihat dan mempelajari bahwa bila seseorang berlaku salah maka ia harus minta maaf. Jika hal ini sering dilihatnya maka akan lebih mudah meminta anak untuk belajar minta maaf. Bukankah anak mudah sekali belajar dari lingkungannya? Jadi, jangan sungkan untuk meminta maaf ke anak bila kita melakukan kesalahan karena ini adalah contoh yang sangat baik.

4. Ingatkan dan Biasakan Anak Meminta Maaf

Setelah anak sudah bisa meminta maaf atas kesalahannya kita pun perlu membiasakannya. Pembiasaan ini penting dilakukan supaya anak menjelma menjadi anak yang punya etika moral yang baik. Caranya, saat setelah melakukan kesalahan mungkin anak lupa meminta maaf, nah kita harus mengingatkannya. “Kakak, ayo minta maaf ke temanmu. Kamu kan sudah merusak mainannya!” misalnya. Dengan pembiasaan seperti ini akan membuat anak tahu apa yang harus dilakukannya. Kebiasaan positif seperti ini sangat baik dibiasakan ke anak sehingga kelak saat dewasa anak tumbuh dengan etika moral yang baik.

 Baca Juga: Ternyata, Sering Menggendong Bayi Dapat Membuatnya Tumbuh Lebih Cerdas

Menjadikan Anak Berkepribadian Jauh Lebih Baik

Jika anak mau dan terbiasa meminta maaf setelah melakukan kesalahan, ia akan menerima banyak manfaat positif untuk pertumbuhan mentalnya.

- Berkepribadian Baik

Halaman:

Tags

Terkini