SMARTPARENT.ID – Anak usia balita sedang belajar menavigasi dunianya, berkomunikasi, dan mengendalikan beberapa bagian kehidupan mereka. Salah satunya, perilaku makan balita perlu diperhatikan, di antaranya soal picky eater.
Balita sebenarnya tidak punya banyak kendali, tapi makan adalah salah satu hal pertama yang mereka bisa kendalikan.
Orang tua dapat membantu mereka menikmati keterbatasan kemampuan mereka dengan memberi mereka kebebasan dalam memilih makanan dan memakannya.
Itu tidak berarti balita sedang memutuskan apa yang akan dimakan untuk makan. Orang tua mempunyai tugas penting dalam menyediakan jenis makanan yang dibutuhkan balita aktif.
Peran orang tua adalah menyajikan makanan sehat dan membiarkan anak memutuskan mana yang akan dimakan – atau apakah akan dimakan atau tidak.
Baca Juga: Mengatur Pola Makan Sehat Anak Usia 2 Tahun, Begini Caranya
Orang tua dapat mengarahkan balitanya untuk makan makanan sehat, namun mungkin harus melakukannya dengan cara yang cerdas.
Inilah cara mengubah kekhawatiran umum menjadi peluang untuk mengajarkan kebiasaan makan sehat.
Kebanyakan Balita Adalah Picky Eater
Banyak balita mengekspresikan kemandirian mereka melalui makan – atau tidak makan, tergantung pada kasusnya. Jadi hampir semua balita bisa dikatakan picky eater.
Jika anak-anak tidak menyukai suatu makanan, mereka tidak akan memakannya — sesederhana itu.
Apakah balita Anda hanya ingin makan makaroni dan keju? Ketika seorang anak terjebak pada satu makanan, orang tua mungkin merasa terpaksa menyajikan makanan tersebut setiap hari agar anak dapat makan sesuatu.
Baca Juga: Sembelit pada Anak, Pahami Penyebab dan Penanganannya (3)
Namun pada akhirnya anak tersebut mungkin bosan dengan makanan tersebut – lalu apa?